www.fokustempo.id – MAKASSAR – Dalam momen yang penuh energi, Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad, Mayjen TNI Bangun Nawoko, mengajak ribuan massa aksi di Jalan AP Pettarani untuk bersatu. Dalam orasi yang mengejutkan, ia mampu menyeimbangkan pesan agama dan kecintaan terhadap tanah air.
Pernyataan tegasnya menggema di antara pengunjuk rasa yang berkumpul guna menyuarakan aspirasi mereka. Dalam suasana tegang tersebut, Bangun berhasil memberikan rasa tenang dan persatuan.
“Kita semua adalah pejuang keadilan dari kota daeng ini, berkumpul dalam satu tujuan yang mulia,” ungkapnya dengan penuh semangat. Ia mendorong para peserta aksi untuk menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.
Sikap kepemimpinannya sangat terasa saat ia mengingatkan bahwa fasilitas umum di Makassar adalah milik bersama. Hal ini menjadi penting untuk diingat agar semua dapat bertanggung jawab dalam penggunaan dan pemeliharaannya.
Pentingnya Menjaga Fasilitas Umum di Makassar
Setiap elemen masyarakat di Makassar seharusnya memahami bahwa fasilitas umum tidak hanya berfungsi sebagai sarana, tetapi juga sebagai lambang identitas. Bangun mengingatkan pentingnya menjaga dan tidak merusak fasilitas-fasilitas yang ada.
“Setiap trotoar yang kita pijak dan taman kota yang memberi kita keterhubungan adalah warisan bersama,” jelasnya. Rasa memiliki ini harus dihidupkan sebagai bentuk rasa syukur terhadap apa yang diberikan kota.
Tindakan anarkis seperti perusakan dan vandalisme hanya akan merugikan dan menciptakan luka di wajah Kota Makassar. Bangun menekankan agar semua pihak berpikir sebelum bertindak, demi masa depan yang lebih baik.
Membangun Kesadaran Kolektif terhadap Lingkungan
Panglima Divisi Infanteri 3 Kostrad ini juga menyerukan perlunya kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan. Ia berharap agar gerakan demonstrasi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk rasa, tetapi juga sebuah belajar bersama.
“Mari kita tunjukkan kepada seluruh Nusantara bahwa pergerakan kita bertanggung jawab dan bermartabat, tanpa merugikan diri sendiri,” lanjutnya. Pesan ini menjadi guan pendapatan bagi semua yang terlibat.
Bangun menekankan bahwa amarah tidak boleh merusak tujuan akhir dari pergerakan yang dijalankan. Setiap aksi harus dilakukan dengan pikiran jernih dan penuh rasa tanggung jawab.
Membangun Jaringan Solidaritas di Masyarakat
Dalam orasinya, Bangun juga menyinggung pentingnya membangun jaringan solidaritas di antara masyarakat. Solidaritas ini sangat krusial untuk memastikan semua pihak mendukung perubahan yang positif di lingkungan mereka.
“Kami di sini bukan hanya untuk bersuara, tetapi juga untuk membangun ikatan yang kuat dalam mencapai tujuan yang sama,” ungkapnya. Hal ini menunjukkan bahwa kolaborasi antarpihak sangat diperlukan.
Komitmen untuk menciptakan perubahan harus diiringi oleh aksi nyata dan keterlibatan setiap individu. Menjaga keutuhan dalam berjuang untuk keadilan perlulah diimbangi dengan upaya menjaga bersama.


