• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Newsletter
  • Login
Fokus Tempo
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan
No Result
View All Result
Fokus Tempo
No Result
View All Result

Mewariskan Ingatan Pelanggaran HAM kepada Mahasiswa Universitas Jember yang Tak Pernah Hilang

Mewariskan Ingatan Pelanggaran HAM kepada Mahasiswa Universitas Jember yang Tak Pernah Hilang

BacaJuga

Persebaya Membuat Pertandingan Terasa Membosankan Tanpa Jamie Carragher

Persebaya Membuat Pertandingan Terasa Membosankan Tanpa Jamie Carragher

Keresahan yang Diciptakan

Keresahan yang Diciptakan

www.fokustempo.id – Film ‘Yang Tak Pernah Hilang’ menghadirkan kembali ingatan akan pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi pada tahun 1998, ketika dua aktivis mahasiswa diculik. Acara pemutaran film ini diadakan di Aula Sutan Takdir Alisjahbana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jember, pada tanggal 30 September 2025, dihadiri oleh sejumlah mahasiswa yang bersemangat mengikuti diskusi setelah menonton.

Galuh Sekar Maharani, mahasiswi Jurusan Sastra Inggris Angkatan 2024, mengungkapkan keharuannya setelah menyaksikan film berdurasi hampir dua jam tersebut. “Maafkan kalau suara saya terdengar parau,” katanya saat membuka diskusi, menandakan kedalaman emosinya terhadap kisah yang dipertunjukkan.

Film dokumenter ini diproduseri oleh Dandik Katjasungkana, Koordinator Ikatan Keluarga Orang Hilang (Ikohi) di Jawa Timur, dan menceritakan kisah dua mahasiswa, Herman Hendrawan dan Petrus Bima Anugerah, yang menjadi korban penculikan pada tahun 1998. Melalui rekonstruksi pengalaman mereka, film ini tidak hanya menampilkan perjalanan kehidupan kedua aktivis tersebut, tetapi juga perjuangan mereka melawan rezim Orde Baru yang represif.

Dengan melibatkan 35 narasumber yang terdiri dari keluarga, teman, dan aktivis, film ini menggambarkan berbagai sisi dari kehidupan Herman dan Bima. Momen-momen menjelang penculikan mereka juga diceritakan secara mendalam, menyoroti ketidakadilan yang terjadi.

Makna di Balik Film ‘Yang Tak Pernah Hilang’

Film ini dimaksudkan sebagai penghormatan kepada Herman dan Bima sekaligus sebagai media untuk menjalin komunikasi dengan generasi muda saat ini. Dandik menekankan pentingnya membagikan pengetahuan tentang sejarah pelanggaran HAM kepada anak-anak muda yang mungkin tidak terhubung dengan peristiwa tersebut.

“Kami ingin mereka belajar dari peristiwa sejarah yang pernah terjadi, termasuk kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh negara,” ujarnya. Dandik menyadari bahwa banyak anak muda masa kini yang belum mengetahui kasus pelanggaran HAM yang serius di Indonesia, termasuk penghilangan paksa sosok-sosok aktivis yang berjuang untuk demokrasi.

Sejumlah pemutaran film ini telah berlangsung di berbagai kota di Indonesia, khususnya di kampus-kampus. Cerita tentang pemutaran film ini telah menyebar luas, berkat permintaan yang tinggi dari mahasiswa meski biaya transportasi menjadi kendala dalam penyebaran lebih luas.

“Kami ingin agar film ini bisa didistribusikan seoptimal mungkin, tetapi biaya sangat membatasi,” kata Puspita Ratna Yanti, aktivis dari IKOHI. Penyajian film dengan tujuan non-komersial menjadi niat awal untuk menyebarkan kesadaran mengenai pelanggaran HAM yang perlu diingat oleh masyarakat.

Peran Generasi Muda dalam Memperjuangkan Keadilan

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Komisariat FIB Unej, Muhammad Yusep, menegaskan bahwa pemutaran film tersebut adalah bentuk kontrawacana terhadap penghilangan suara dan pengalaman korban dalam menyusun sejarah Indonesia. Menurutnya, menjaga ingatan publik tentang tragedi tersebut adalah salah satu langkah penting dalam mencapai keadilan.

“Kami memilih bulan September untuk acara spesial ini karena banyak tragedi yang terjadi di bulan ini,” ungkap Yusep. Ini menjadi momentum untuk menggugah kesadaran dan mengajak mahasiswa berpikir kritis tentang sejarah dan konteks masa kini.

Dandik pun merasa bersyukur atas respons positif dari mahasiswa yang menyaksikan film tersebut. Banyak yang mengaku terkejut karena tidak mengetahui tentang kejahatan kemanusiaan yang terjadi pada zaman itu sebelum menonton film.

Salah satu mahasiswa, Anwar, mengungkapkan kesan mendalam setelah menonton film. “Film ini mengajak kita untuk memahami bagaimana situasi saat itu,” ujarnya penuh semangat. Pendapat ini menunjukkan bahwa film ini berhasil mencapai tujuannya dalam membangkitkan kesadaran sejarah.

Relevansi Film di Era Modern dan Kembali Terulangnya Pelanggaran

Film ini menjadi semakin relevan di tengah peristiwa penangkapan aktivis yang masih sering terjadi di berbagai daerah. Dandik mengungkapkan bahwa, meski rezim reformasi telah melahirkan berbagai perubahan pemerintahan, tabir kasus penghilangan paksa tetap tidak terungkap hingga kini.

“Impunitas masih menghantui dunia aktivisme di Indonesia,” katanya melanjutkan. Kegagalan untuk mengatasi kejahatan masa lalu hanya menyebabkan siklus yang terus berulang, di mana penangkapan aktivis masih menjadi kenyataan sehari-hari.

Muhammad Iqbal, seorang dosen FISIP Unej dan kawan seperjuangan Herman dan Bima, menegaskan bahwa film ini memiliki misi untuk menolak lupa. “Kita harus terus berjuang untuk keadilan dan kebenaran yang belum sepenuhnya terungkap,” tegasnya.

Film ‘Yang Tak Pernah Hilang’ bukan hanya sekadar dokumentasi, namun juga simbol perjuangan untuk mengingat dan merindukan serta memperjuangkan nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia. Diharapkan melalui film ini, kesadaran kolektif masyarakat dapat terbangun untuk melawan praktik penghilangan paksa dan pelanggaran lainnya di masa depan.

Previous Post

RUU Sidiknas Diingatkan, UU Guru dan Dosen Akan Dikodifikasi

Next Post

Fiesta 2025 Mojo Shop Raih Omzet Rp1,8 Miliar, UMKM Mojokerto Makin Berdaya

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Sorotan
Fokus Tempo

© 2025 Fokustempo. All rights reserved.

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan

© 2025 Fokustempo. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?