www.fokustempo.id – Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi meluncurkan Festival Cublak Suweng 2026 dan meresmikan Bait Kata School Jombang, sebuah lembaga pendidikan yang menerapkan pendekatan Pendidikan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI). Acara yang berlangsung pada 16 Januari 2026 ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Bunda PAUD Kabupaten serta Ketua PKK setempat.
Sebelum festival dimulai, Bupati Warsubi melakukan peninjauan terhadap fasilitas yang terdapat di Bait Kata School. Dalam peninjauan ini, beliau mengapresiasi adanya perpustakaan ramah anak yang berfungsi sebagai pusat literasi dan eksplorasi ilmu pengetahuan bagi anak-anak sejak usia dini.
Selain itu, berbagai karya seni yang dihasilkan oleh siswa juga dipamerkan, menunjukkan proses pembelajaran yang menyenangkan dan inovatif. Kegiatan ini bukan hanya sekedar festival, tetapi menyajikan banyak pelajaran berharga bagi anak-anak dan masyarakat.
Pentingnya Pendekatan PAUD Holistik Integratif untuk Anak-Anak
Festival ini menjadi wadah positif untuk membangun komunikasi dan kolaborasi di antara seluruh pemangku kepentingan PAUD. Bupati Warsubi menekankan perlunya pemahaman bersama mengenai nilai dan tujuan dari PAUD Holistik Integratif dalam konteks pendidikan anak usia dini.
Dalam kesempatan ini, Bupati menjelaskan bahwa acara seperti ini juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk tampil percaya diri. Anak-anak didorong untuk mengembangkan kreativitas mereka di hadapan publik, sehingga dapat memperkuat karakter mereka sejak dini.
Selain menciptakan klik antara pemangku kepentingan, acara ini juga menjadi momentum untuk mengangkat isu penting mengenai kebutuhan esensial anak. Ia menyatakan bahwa PAUD Holistik Integratif berfokus pada pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak guna memastikan perkembangan yang optimal.
Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Anak
Menindaklanjuti amanat Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun 2013, Bupati Warsubi menegaskan pentingnya sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan anak.
Melalui pendekatan ini, diharapkan setiap anak dapat mendapatkan hak mereka tanpa diskriminasi. Bupati menekankan bahwa setiap anak merupakan aset berharga yang perlu diperhatikan secara menyeluruh.
Warsubi juga berharap kehadiran Bait Kata School Jombang menjadi contoh bagi lembaga pendidikan PAUD lainnya. Dengan melakukan inovasi dan perbaikan kualitas, diharapkan lembaga ini dapat memberikan kontribusi dalam membangun karakter generasi penerus bangsa.
Peresmian Bait Kata School: Simbol Harapan untuk Masa Depan
Acara peresmian Bait Kata School diakhiri dengan pemotongan tumpeng, simbol rasa syukur atas berdirinya lembaga pendidikan baru ini. Prosesi ini merupakan momen penting yang menandai harapan baru bagi pendidikan anak di Jombang.
Ketua Yayasan Bait Kata School, Iffa Suraiya, berharap kegiatan ini dapat memantik kerjasama dari berbagai pihak untuk mendukung entitas PAUD yang ada. Dengan sinergi yang baik, generasi emas Indonesia pada tahun 2045 bisa terwujud dengan lebih mudah.
“Saya berharap Bait Kata School dapat menjadi inspirasi bagi lembaga PAUD lain di Kabupaten Jombang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat kemitraan,” ungkapnya. Harapan ini menegaskan pentingnya peran kolektif dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas.


