www.fokustempo.id – FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Dr Zainal Arifin Mochtar, baru-baru ini menekankan pentingnya keberpihakan ilmu pengetahuan kepada kelompok-kelompok yang terpinggirkan. Dalam acara pengukuhannya sebagai profesor, ia menyampaikan pesan moral yang mendalam mengenai tanggung jawab sosial.
Menurutnya, pencapaian akademik tidak seharusnya dianggap sebagai prestasi pribadi semata, tetapi harus dipersepsikan sebagai penghormatan kepada mereka yang hidup dalam kesulitan. Zainal percaya bahwa semua ilmu yang diperoleh harus diarahkan untuk membantu mereka yang paling membutuhkan.
Ia berharap agar ilmu pengetahuan bisa menjadi alat perjuangan bagi kelompok yang selama ini tertekan. Dengan cara ini, Zainal ingin agar ilmuwan tidak hanya berkutat dalam teori, tetapi juga untuk memberdayakan masyarakat.
Pentingnya Peran Akademisi dalam Perjuangan Sosial
Zainal mengingatkan bahwa tanggung jawab akademisi tidak berakhir pada penguasaan ilmu semata. Justru, setelah mencapai gelar profesor, tantangan baru menanti untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Dia menegaskan bahwa sosok profesor seharusnya menjadi panutan bagi mahasiswa dan masyarakat. Menurutnya, sikap intelektual yang baik jauh lebih berharga dibandingkan sebuah gelar semata.
Dalam kesempatan ini, Zainal mengajak para akademisi untuk terlibat langsung dalam isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat. Hal ini menjadi penting agar suara kaum tertindas bisa didengar dan diperjuangkan.
Menjadi Intelektual Organik untuk Masyarakat
Dalam pidatonya yang penuh inspirasi, Zainal menyatakan bahwa para profesor harus menjadi “intelektual organik.” Ini berarti bahwa mereka harus terjun langsung ke dalam masyarakat dan bekerja demi kepentingan rakyat.
Lebih jauh, Zainal mendorong para akademisi untuk tidak terjebak pada simbol dan status akademis. Menjadi akademisi sejati berarti melibatkan diri dalam konteks sosial yang lebih luas.
Keterlibatan para profesor dalam isu-isu sosial, menurutnya, tidak hanya membuat ilmu pengetahuan menjadi lebih aplikatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Kesadaran Akan Tanggung Jawab Sosial
Awareness terhadap tanggung jawab sosial menjadi hal yang sangat krusial di era modern ini. Zainal mengingatkan bahwa lemahnya perhatian terhadap kondisi sosial dapat menyebabkan ketidakadilan yang lebih besar dalam masyarakat.
Dengan mengedepankan kepentingan rakyat yang terpinggirkan, akademisi dapat berperan sebagai agen perubahan. Mereka diharapkan bisa menjadi inspirasi dan pendorong bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap isu-isu sosial.
Tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat pun menjadi bagian dari tanggung jawab intelektual. Kebangkitan kesadaran ini, menurutnya, merupakan kunci untuk menciptakan masyarakat yang lebih adil dan setara.


