www.fokustempo.id – Kasus penipuan yang melibatkan seorang pria berinisial OK terus menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Surabaya. Uang sebesar Rp120 juta yang seharusnya menjadi pembayaran dua nasabah BCA Finance malah dibawa kabur, menimbulkan keresahan dan kekecewaan di antara para pihak yang terlibat.
Peristiwa ini bermula ketika dua nasabah, yang berinisial SI dan MA, ingin melunasi tunggakan mereka. Mereka memutuskan untuk menyerahkan uang itu kepada seorang bernama Ricky yang dipercaya untuk mengelola pembayaran tersebut.
Dengan harapan semua berjalan lancar, SI dan MA mempercayakan uang mereka kepada Ricky. Namun, harapan itu pudar ketika diketahui bahwa uang tersebut tidak sampai kepada BCA Finance dan justru dibawa kabur oleh OK.
Rincian Kasus Penipuan yang Menghebohkan Masyarakat
Ketika peristiwa ini terjadi, keadaan mulai terungkap setelah pihak BCA Leasing melakukan penagihan kepada SI dan MA. Mereka merasa bingung dan terkejut sebab tidak ada transaksi yang dilakukan dengan BCA Finance.
Ricky yang awalnya tidak menduga situasi ini menjadi rumit cepat merasa terpukul. Dia pun berupaya mengontak OK, namun setiap kali dihubungi, OK selalu memberikan alasan yang membuat Ricky merasa curiga.
Tindakan Ricky yang merogoh kocek pribadinya untuk membayar tagihan pastinya menggambarkan keberaniannya menghadapi masalah ini. Meski merasa dirugikan, Ricky bertekad untuk bertanggung jawab demi kehormatan dan kepercayaan para nasabah.
Langkah Hukum yang Ditempuh untuk Menyelesaikan Masalah
Setelah menunggu selama dua tahun tanpa adanya kejelasan dari OK, Ricky mengambil langkah tegas. Ia melaporkan tindakan OK ke Polrestabes Surabaya, membawa masalah ini ke ranah hukum untuk mendapatkan keadilan.
Kasus ini telah terdaftar dengan nomor TBL/B/1486/XII/2025/SPKT POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR. Ricky mengharapkan pihak kepolisian dapat menindaklanjuti kasus tersebut demi mencegah kejadian serupa terulang di kemudian hari.
Pada laporan tersebut, OK dijerat dengan pasal 372 dan 374 KUHP, yang mengatur tentang penggelapan dan penipuan. Hal ini menggambarkan seriusnya pelanggaran yang dilakukannya, mengingat besarnya jumlah uang yang terlibat.
Profil OK dan Rekam Jejak yang Memprihatinkan
Berdasarkan informasi yang diperoleh, OK sebenarnya memiliki latar belakang keluarga yang cukup baik. Ia adalah anak dari seorang pensiunan aparat, yang seharusnya menjadi teladan dalam masyarakat, namun justru memilih jalan keliru.
Selain kasus ini, ternyata OK juga terlibat dalam tiga laporan kepolisian lainnya dengan berbagai tuduhan. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku tidak bertanggung jawabnya bukanlah sesuatu yang baru, melainkan pola yang terus berulang.
Rahadi, kuasa hukum untuk Ricky, berharap bahwa pihak kepolisian memberikan perhatian serius terhadap masalah ini. Kejadian ini tidak hanya merugikan individu, tetapi juga menciptakan efek negatif di masyarakat sekitar.


