www.fokustempo.id – Menjelang akhir tahun 2025, sebuah langkah signifikan diambil oleh Petrokimia Gresik dalam menjaga ketahanan stok pupuk bersubsidi yang sangat dibutuhkan para petani. Dalam upaya memastikan kelancaran distribusi selama periode kritis seperti menjelang Nataru, perusahaan ini telah menyiapkan 236.486 ton pupuk untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa stok pupuk ini sudah tersedia di berbagai gudang di seluruh wilayah, siap didistribusikan kepada petani melalui Titik Serah yang telah ditentukan. Dengan kesiapan ini, diharapkan tidak ada kendala yang dihadapi oleh petani selama masa liburan dan tutup tahun.
“Kami berkomitmen mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya. Daconi juga menambahkan, para petani tidak perlu khawatir karena stok pupuk sudah siap didistribusikan ke Penerima Pupuk pada Titik Serah (PPTS), terutama pada momen penting menjelang akhir tahun.
Persiapan Stok Pupuk untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian
Sebagai bagian dari komitmen dalam sektor pertanian, Petrokimia Gresik telah mengelola stok pupuk yang cukup beragam. Adapun rincian stok per tanggal 24 Desember 2025 terdiri dari berbagai jenis, termasuk pupuk Urea, NPK Phonska, dan pupuk organik. Dengan jumlah yang cukup, diharapkan kebutuhan petani akan dapat terpenuhi selama beberapa waktu ke depan.
“Stok pupuk tersebut sudah melalui proses yang ketat untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya,” ungkap Daconi. Selain itu, perusahaan juga mempersiapkan stok pupuk nonsubsidi sebagai cadangan, agar petani tetap bisa memperoleh pupuk yang mereka butuhkan tanpa masalah.
Tidak hanya itu, pihak manajemen sering melakukan blusukan ke daerah untuk memantau langsung kondisi di lapangan. Langkah ini penting untuk memastikan bahwa distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran dan diterima oleh para petani yang terdaftar.
Regulasi Baru dan Prosedur Penebusan Pupuk Bersubsidi
Pemerintah juga telah memperbarui regulasi mengenai tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi. Melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 6 Tahun 2025 yang kemudian diperbarui dengan Perpres 113/2025, petani kini dapat menebus pupuk bersubsidi dengan lebih mudah. Penebusan dapat dilakukan dengan menggunakan KTP, memberikan akses yang lebih baik bagi petani.
“Kami mengimbau para petani untuk memanfaatkan alokasi pupuk bersubsidi yang ada sebelum tahun anggaran berakhir,” kata Daconi. Selain itu, Daconi menekankan pentingnya pemahaman mengenai regulasi baru ini agar para petani tidak merasa cemas.
Regulasi terbaru ini juga mencakup penurunan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen, menjadikan pupuk lebih terjangkau bagi petani. Hal ini diharapkan bisa meningkatkan alokasi dan penggunaan pupuk baik pada akhir tahun maupun di awal tahun berikutnya.
Peran Petrokimia Gresik dalam Mencapai Kemandirian Pangan
Petrokimia Gresik terus berupaya untuk berperan aktif dalam mencapai kemandirian pangan nasional. Dengan memastikan pasokan pupuk yang cukup dan terjangkau, perusahaan ini membantu petani dalam meningkatkan hasil pertaniannya. Hal ini sangat penting terutama dalam menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian.
Daconi menegaskan bahwa komitmen untuk mendukung petani akan terus menjadi prioritas utama. Dalam setiap langkah yang diambil, pihaknya berharap dapat terus berkontribusi pada kestabilan dan kemajuan sektor pertanian di Indonesia.
Pentingnya menjaga stok pupuk bersubsidi tidak hanya berdampak pada ketersediaan pupuk, tetapi juga pada kesejahteraan petani secara keseluruhan. Dengan dukungan yang kuat, diharapkan sektor pertanian dapat tumbuh dan berkembang lebih baik di masa depan.


