www.fokustempo.id – PT Geo Dipa Energi (Persero) menunjukkan performa yang menggembirakan di tahun 2025, baik dari segi operasional maupun finansial. Perusahaan yang bergerak di sektor energi panas bumi ini mengantisipasi pendapatan mencapai Rp1,074 triliun, berkat makin dekatnya tahapan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) untuk perluasan pembangkit listrik yang baru.
Direktur Keuangan GeoDipa, Hanif Osman, menjelaskan bahwa kinerja keuangan perusahaan selama periode ini mengalami pertumbuhan yang signifikan. Hal ini didorong oleh dua unit Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang saat ini beroperasi, yaitu PLTP Dieng dan PLTP Patuha.
Proyeksi pendapatan yang mencapai Rp1,074 triliun ini diperoleh dari kinerja dua unit PLTP berkapasitas masing-masing 55 MW yang berfungsi optimal, menghasilkan total produksi sekitar 759 GWh. Ini menggambarkan potensi besar yang dimiliki oleh perusahaan di tengah meningkatkan permintaan energi.
Pendapatan dan Kontribusi Geo Dipa Energi Terhadap Negara
Geo Dipa Energi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan negara. Hanif mengungkapkan bahwa Setoran Bagian Pemerintah (SBP) diproyeksikan mencapai Rp123 miliar, sehingga melampaui target tahun yang ditetapkan sebesar Rp122 miliar. Pencapaian ini mencerminkan tanggung jawab perusahaan dalam memenuhi kewajiban fiskal.
Lebih lanjut, kontribusi dividen Geo Dipa juga mengalami peningkatan, menjadi Rp27,43 miliar, yang lebih tinggi daripada angka tahun lalu. Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan dan stabilitas kinerja perusahaan dalam sektor energi yang sangat dibutuhkan.
Perusahaan juga tengah berupaya memperluas jangkauan bisnisnya dengan pengembangan unit baru. Direncanakan, PLTP Patuha Unit 2 dan Dieng Unit 2 masing-masing dengan kapasitas 55 MW akan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 2027. Proyek ini sudah memasuki tahap EPC yang krusial.
Keberlanjutan Lingkungan dan Penghargaan yang Diterima
Kinerja Geo Dipa dalam hal keberlanjutan lingkungan juga diperhatikan secara serius. Kedua unit yang beroperasi berhasil mempertahankan penghargaan PROPER Hijau dalam penilaian tahun 2024. Ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan terhadap kepatuhan terhadap regulasi serta penerapan inovasi yang ramah lingkungan.
Dalam aspek Environment, Social, and Governance (ESG), Geo Dipa meraih peningkatan skor yang menggembirakan. Berdasarkan penilaian dari lembaga internasional, perusahaan ini mendapatkan rating ESG dengan nilai 63, menunjukkan komitmennya pada bisnis energi bersih yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Melalui berbagai inisiatif hijau, Geo Dipa berupaya untuk tidak hanya menghasilkan energi tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Ini menjadi tanda bahwa perusahaan berkomitmen untuk beroperasi dengan cara yang tidak merugikan lingkungan.
Penghargaan dan Sertifikasi yang Diterima Perusahaan
Geo Dipa Energi juga mendapatkan pengakuan atas tata kelola perusahaan yang baik dengan meraih sembilan sertifikat ISO dari lembaga terakreditasi. Sertifikasi ini mencakup berbagai aspek penting seperti Manajemen Mutu (ISO 9001:2015), Lingkungan (ISO 14001:2015), dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (ISO 45001:2018).
Pencapaian ini menjadi simbol betapa seriusnya Geo Dipa dalam menerapkan standar tinggi dalam operasionalnya. Sertifikasi tambahan juga mencakup Sistem Manajemen Aset dan Kelangsungan Usaha, yang menunjukkan perhatian perusahaan terhadap kelangsungan dan keamanan operasi.
Selain itu, penerapan sistem manajemen anti-penyuapan juga tercermin dalam sertifikasi ISO 37001:2016 yang baru diraih. Ini menunjukkan komitmen Geo Dipa untuk beroperasi secara etis dan transparan, yang sangat penting dalam industri energi.


