www.fokustempo.id – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah mengusulkan alokasi insentif untuk pengelolaan rukun kematian masyarakat (RKM) dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jember, Jawa Timur, untuk tahun anggaran 2026. Menurut anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Jember dari PKB, Mufid, RKM berperan penting dalam mengurus urusan kematian di masyarakat, bukan hanya rukun tetangga dan rukun warga.
Mufid mengungkapkan bahwa RKM adalah pihak pertama yang dihubungi saat ada warga yang meninggal. Oleh karena itu, insentif yang diusulkan diharapkan dapat membantu mereka dalam mengurus pemakaman, meskipun jumlahnya mungkin tidak terlalu besar.
Ia menyadari bahwa pemerintah daerah menghadapi tantangan dalam menyusun APBD Jember akibat pemangkasan anggaran yang diterima dari pusat. Mufid berharap pemerintah daerah dapat mengefisiensikan pengeluaran dan tetap fokus pada pelayanan publik yang diperlukan masyarakat.
Alokasi Anggaran untuk Kesehatan dan Pendidikan di Jember
Pemerintah Kabupaten Jember mengalokasikan total belanja APBD Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp 4,576 triliun. Sementara itu, pendapatan yang direncanakan sebesar Rp 4,394 triliun menunjukkan perbedaan yang harus diimbangi dalam perencanaan keuangan daerah.
Alokasi terbesar dalam anggaran ini ditujukan untuk sektor kesehatan, yang mencapai Rp 1,541 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan menjadi salah satu prioritas utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sektor pendidikan juga mendapatkan perhatian serius, dengan alokasi anggaran sebesar Rp 1,375 triliun. Investasi di bidang pendidikan diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember.
Pentingnya RKM dalam Pengelolaan Kematian Masyarakat
Mufid menekankan bahwa RKM memiliki pemahaman yang lebih mendalam mengenai proses pengurusan kematian. Ketika ada warga yang meninggal, mereka biasanya yang bertanggung jawab untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang diperlukan dalam proses tersebut.
RKM juga berfungsi sebagai penghubung antara keluarga yang berduka dengan komunitas. Dengan dukungan insentif, mereka bisa melaksanakan tugas ini dengan lebih baik dan efisien.
Hal ini tentunya akan membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dan memastikan bahwa proses pemakaman berjalan dengan baik sesuai dengan adat dan norma setempat.
Prioritas Lain dalam Penggunaan Anggaran Daerah
Sektor pekerjaan umum dan penataan ruang juga mendapatkan alokasi anggaran yang signifikan, dengan total mencapai Rp 221,079 miliar. Hal ini penting untuk mendukung infrastruktur yang baik dan memperkuat perkembangan wilayah di Kabupaten Jember.
Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa anggaran yang disusun dapat digunakan secara optimal dan transparan untuk kepentingan masyarakat. Diharapkan pengelolaan yang baik dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Keseimbangan antara prioritas pengeluaran dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur menjadi kunci dalam mencapai tujuan pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat Jember.


