www.fokustempo.id – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Surabaya baru-baru ini menggelar dialog kebangsaan yang mengusung tema menarik, yaitu “Refleksi 97 Tahun Sumpah Pemuda: Membangkitkan Antusiasme Persatuan di Tengah Tantangan Zaman.” Kegiatan tersebut diselenggarakan di Student Center GMKI Surabaya, dan berhasil mengumpulkan berbagai tokoh gereja serta organisasi kepemudaan untuk berbagi pandangan.
Dialog ini bukan sekadar acara formal, melainkan sebuah ruang untuk menggugah semangat kebangsaan dan kesatuan di kalangan pemuda. Dalam suasana yang hangat, para peserta diajak untuk merenungkan makna penting dari Sumpah Pemuda dan bagaimana pelaksanaannya dapat diterjemahkan dalam tindakan nyata di masyarakat.
Amos Tampubolon, Ketua GMKI Surabaya untuk periode 2024-2026, menekankan bahwa Sumpah Pemuda bukanlah sekadar catatan sejarah, melainkan warisan berharga yang harus dijaga dan dilanjutkan. Dia mengajak pemuda untuk meneruskan perjuangan kongres pemuda yang melahirkan sumpah tersebut untuk menjaga demokrasi dan kesatuan bangsa, terutama menjelang Indonesia Emas 2025.
Perjuangan dan Warisan Sumpah Pemuda
Menurut Amos, pemuda masa kini seharusnya menerjemahkan semangat Sumpah Pemuda ke dalam berbagai aksi nyata. Hal ini penting dilakukan agar generasi muda tidak hanya terjebak dalam seremonial semata, melainkan terlibat aktif di tengah masyarakat untuk mengatasi isu-isu sosial. Dengan hadir secara nyata, pemuda bisa berpartisipasi dalam mengurangi intoleransi dan konflik sosial yang sering kali muncul.
Amos juga menekankan pentingnya keberanian pemuda untuk melakukan perubahan. “Kita harus berani mengoreksi keadaan dan menyuarakan kebenaran dengan cara yang beradab,” ujarnya. Dia percaya bahwa tindakan nyata adalah langkah konkret untuk mewujudkan visi persatuan yang selama ini dicita-citakan.
Sebagai pembicara dalam acara tersebut, Pdt. Andri Purnawan, Ketua Bidang I MPH PGI-W Jawa Timur, memberikan penekanan bahwa persatuan bangsa adalah hasil kerja keras generasi pemuda sebelumnya. Ia menyatakan bahwa tantangan zaman yang berbeda harus dihadapi dengan pemaknaan Sumpah Pemuda yang juga senantiasa berkembang.
Pentingnya Adaptasi dan Kritis terhadap Situasi Saat Ini
Pdt. Andri mengajak semua peserta untuk mengadaptasi visi Sumpah Pemuda dengan kondisi saat ini yang semakin kompleks. Pembaharuan pemikiran tersebut penting agar semangat pemuda selalu relevan dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berubah. “Kemampuan untuk beradaptasi adalah salah satu kunci untuk tetap relevan,” ungkapnya.
Arderio Hukom, Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Timur, menambahkan bahwa kepekaan sosial harus menjadi bagian dari karakter generasi muda. Pemuda perlu mampu menganalisis kondisi sosial dengan bijak agar tidak terjebak dalam pola pikir yang mendistorsi makna Sumpah Pemuda. “Kritis adalah kunci untuk memahami dunia di sekitar kita,” tegas Arderio.
Keahlian untuk menyuarakan kebenaran dan memahami konteks sosial menjadi bagian integral dari peran pemuda saat ini. Generasi muda harus mampu berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik, sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Sumpah Pemuda.
Relevansi Pemuda dalam Mewujudkan Perubahan Sosial
Pada akhir acara, Amos mengajak semua peserta untuk menjadi pelaku perubahan dan bukan sekadar penonton. Dalam konteks tersebut, ia mengingatkan bahwa persatuan bukanlah sekadar slogan, tetapi harus menjadi tindakan yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari pemuda. “Pemuda lintas organisasi, agama, dan identitas harus bersatu untuk menciptakan perubahan,” ujarnya.
Dengan semangat persatuan, Amos percaya bahwa perjuangan pemuda akan tetap relevan sepanjang sejarah bangsa ini. Masyarakat membutuhkan pemuda yang aktif dan berani, yang sambil mengedepankan nilai-nilai kebersatuan, siap menghadapi tantangan yang ada.
Acara ini diakhiri dengan refleksi mendalam dari seluruh peserta, yang merenungkan kembali makna Sumpah Pemuda dan bagaimana kontribusi mereka di masa depan. Keterlibatan aktif dari pemuda di berbagai sektor diharapkan menjadi cikal bakal bagi Indonesia yang lebih baik di tahun-tahun mendatang.


