www.fokustempo.id – Semangat ibu-ibu di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang, terpancar jelas saat mereka mengikuti pelatihan diversifikasi produk olahan ikan. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa ini pada Senin, 27 Oktober 2025, menjadi ajang peningkatan keterampilan serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pelatihan ini berfokus pada pengajaran dua menu bernilai ekonomis tinggi, yaitu sate lilit tuna dan rolade tuna. Dengan partisipasi aktif dari ibu-ibu PKK, Kelompok Wanita Tani (KWT), dan warga setempat, acara ini diharapkan dapat memberikan solusi inovatif untuk mengatasi masalah gizi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Peserta mengikuti setiap tahapan pembuatan olahan ikan dengan penuh antusiasme. Dengan bimbingan dari pemateri, Victor Sembiring, mereka belajar banyak tentang teknik dan manfaat kesehatan yang terkandung dalam produk olahan ikan yang bergizi tinggi.
Victor menjelaskan bahwa tujuan dari pelatihan ini tidak hanya untuk meningkatkan gizi keluarga, tetapi juga menciptakan peluang usaha baru dalam masyarakat. “Dengan potensi yang ada, Lebakharjo dapat mengembangkan olahan hasil perikanan yang dapat dipasarkan lebih luas,” ucap Victor.
Menggali Potensi Ekonomi Melalui Diversifikasi Produk
Masyarakat Lebakharjo memiliki potensi besar dalam mengolah hasil laut menjadi produk yang bernilai. Pelatihan ini diharapkan dapat memicu kreativitas dan inovasi di antara peserta dalam menciptakan produk olahan ikan yang menarik. Dengan demikian, diversifikasi produk menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan daya saing produk lokal.
Kepala Desa Lebakharjo, Sumarno, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program desa untuk mendukung pembangunan ekonomi masyarakat. Dia percaya bahwa pemberdayaan ekonomi kreatif akan membuat warga semakin mandiri. “Kami ingin memfasilitasi program-program pelatihan yang mendukung kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Selain menjelaskan aspek ekonomi, Sumarno juga menekankan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru bagi ibu-ibu mengenai pentingnya gizi dalam kehidupan sehari-hari. Mengolah bahan makanan yang sehat dan bergizi menjadi perhatian utama. “Kami ingin semua warga bisa menikmati makanan yang berkualitas,” ujarnya.
Pelatihan ini tidak hanya bermanfaat dalam jangka pendek. Dengan pengetahuan yang didapat, para peserta diharapkan dapat memasarkannya secara lokal maupun lebih luas lagi. “Ini adalah langkah awal yang baik untuk membuka peluang usaha baru bagi masyarakat,” tambahnya.
Peran Program TMMD dalam Pemberdayaan Masyarakat
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek sosial. Pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan. “Melalui program ini, kami ingin membantu masyarakat memperoleh pengetahuan yang berguna,” ungkap Serma Nur Sohib dari Satgas TMMD.
Serma Nur juga menegaskan pentingnya pelatihan semacam ini dalam rangka meningkatkan kapasitas masyarakat. Dia melihat bahwa kegiatan ini bisa menjadi modal awal untuk masyarakat dalam mengembangkan usaha di bidang olahan ikan. “Kita semua ingin melihat masyarakat lebih sejahtera,” ujarnya.
Pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan ini akan menciptakan sinergi antara para peserta dan program TMMD. Kontribusi positif dari kedua pihak diharapkan akan membawa perubahan yang signifikan bagi kebutuhan ekonomi desa.
Dengan pelatihan ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang olahan ikan, tetapi juga membangun jaringan yang akan bermanfaat bagi mereka. “Kita harus saling membantu dan berbagi informasi untuk kemajuan bersama,” kata Serma Nur, menutup pembicaraannya.
Prospek Usaha Olahan Ikan di Desa Lebakharjo
Pelatihan yang berlangsung ini merupakan langkah awal yang penting dalam pengembangan usaha olahan ikan di Desa Lebakharjo. Produk-produk yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pilihan konsumen dan memenuhi standar gizi yang baik. Hal ini tentunya akan menguntungkan bagi perekonomian warga setempat.
Ada banyak peluang terbuka bagi ibu-ibu untuk mengembangkan kreativitas mereka dalam membuat olahan paru laut. Hal ini tidak hanya meningkatkan gizi keluarga, tetapi juga meningkatkan pendapatan rumah tangga. “Saya berharap pelatihan ini bisa mendorong kita untuk lebih aktif dalam berwirausaha,” tutur salah satu peserta.
Keberhasilan pelatihan ini menjadi harapan bagi terwujudnya usaha yang berkelanjutan di desa. Apabila dikelola dengan baik, olahan ikan ini bisa menjadi ciri khas dan daya tarik yang unik bagi Desa Lebakharjo. “Kita akan berusaha mewujudkannya,” kata Sumarno dengan penuh semangat.
Dengan dukungan dari pemerintah dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan dapat berlanjut dan melahirkan lebih banyak inovasi. “Kami komitmen untuk terus membina dan mendukung masyarakat dalam pengembangan usaha,” tutup Kepala Desa Lebakharjo.


