www.fokustempo.id – Pemerintah Indonesia baru saja mengadakan program Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diikuti oleh 800 ribu debitur secara serentak di seluruh nusantara. Acara ini bukan hanya momen penting bagi perekonomian rakyat tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam mendukung berbagai sektor, termasuk program perumahan.
Dari acara yang dipusatkan di Surabaya ini, terlihat adanya sinergi antara berbagai kementerian dan lembaga dalam memperkuat ekonomi lokal. Keberadaan acara di Dyandra Convention Center ini menunjukan keseriusan pemerintah dalam menangani masalah ekonomi serta memfasilitasi pelaku usaha untuk mendapatkan akses kredit yang lebih mudah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan bahwa acara ini merupakan simbol nyata kerja sama lintas instansi. Dia berharap, inisiatif ini tidak hanya mengatasi masalah kepemilikan rumah namun juga memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian dan UMKM.
Ketika Jawa Timur merayakan ulang tahunnya yang ke-80, pemerintah mengusung tema “Jatim Tangguh dan Terus Bertumbuh.” Menurut Khofifah, filosofi kerja pemerintah daerah mengedepankan nilai BISA — Berdaya, Inklusif, Sinergi, dan Adaptif, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan seluruh lapisan masyarakat.
Sejarah Panjang Kredit Usaha Rakyat dalam Mendukung Ekonomi
Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menjadi salah satu program utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi skala mikro di Indonesia. Dengan berjalan waktu, program ini telah mengalami banyak perubahan untuk lebih efektif menjangkau pelaku usaha. Saat ini, KUR tidak hanya terbatas pada sektor UMKM tetapi juga berfokus pada sektor produksi dan perumahan.
Pada pelaksanaan terbaru, nilai kredit yang disalurkan bervariasi, mulai dari Rp10 juta hingga Rp1 miliar. Sebagian besar debitur memilih untuk memanfaatkan dana dalam kisaran Rp10 juta hingga Rp100 juta, yang dianggap tepat untuk modal usaha awal.
Dengan melibatkan 38 provinsi, pelaksanaan akad massal KUR kali ini mendapat respons positif dari masyarakat. Hal ini diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan memperluas jaringan usaha dari Sabang sampai Merauke.
Melihat data per Oktober 2025, realisasi penyaluran KUR telah mencapai angka yang signifikan, yaitu Rp218 triliun, yang mencerminkan minat tinggi masyarakat terhadap program ini. Kepesertaan sebanyak 3,7 juta debitur menunjukkan bahwa program ini sangat diminati oleh masyarakat.
Dampak dan Manfaat KUR bagi Pekerja Migran dan UMKM
KUR juga memiliki dampak signifikan terhadap perlindungan pekerja migran. Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mukhtaruddin, menjelaskan bahwa program ini kini menyasar calon pekerja migran untuk melindungi mereka dari risiko pinjaman ilegal. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kesejahteraan pekerja yang hendak berangkat ke luar negeri.
Melalui KUR, telah terealisasi alokasi sebesar Rp60 miliar untuk mengedukasi dan melindungi pekerja migran. Mereka kini mendapatkan akses ke pelatihan dan pemberdayaan, tidak hanya untuk menciptakan lapangan kerja tetapi juga untuk mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan di luar negeri.
Dari sisi UMKM, program ini menjadi jembatan bagi mereka untuk memperluas usaha. Dengan dukungan KUR, diharapkan banyak pelaku usaha kecil dapat berkembang dan pada akhirnya berkontribusi pada penyediaan lapangan pekerjaan yang lebih luas. KUR telah terbukti mampu menyerap antara 6 hingga 9 juta tenaga kerja baru melalui keberadaan UMKM yang didanai.
Tak hanya itu, pelaku usaha yang menerima KUR kini dilatih untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia mereka. Bahasa asing dan keterampilan tertentu menjadi fokus dalam pelatihan, meningkatkan daya saing calon pekerja migran di pasar internasional.
Inisiatif Baru dalam Program Pembangunan Ekonomi Rakyat di Indonesia
Dalam usaha optimasi terhadap program-program ekonomi, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa capaian awal pemerintahan terbaru telah memberikan hasil yang nyata. Program Makan Bergizi Gratis dan subsidi perumahan menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat.
Pemerintah menargetkan peningkatan porsi KUR untuk sektor produksi hingga mencapai 65 persen. Hal ini bertujuan untuk menggerakkan roda ekonomi dan menyediakan lebih banyak lapangan kerja di sektor formal.
Airlangga juga menginformasikan peluncuran Kredit Program Perumahan yang baru, ditujukan untuk membantu masyarakat dengan plafon kredit hingga Rp20 miliar. Ini merupakan langkah konkret dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat, terutama di daerah yang memiliki kebutuhan tinggi akan perumahan.
Dengan dukungan ini, diharapkan masyarakat dapat menjadikan modal KUR sebagai alat untuk membangun usaha yang berkelanjutan. Pemerintah berupaya memastikan penyaluran kredit tepat sasaran—tidak hanya bermanfaat bagi individu pemberi kredit namun juga memberikan dampak positif bagi ekonomi lokal.


