www.fokustempo.id – Harga emas di pasar mengalami fluktuasi yang menarik bagi banyak investor. Pada hari ini, Selasa (5 Agustus 2025), pergerakan harga emas batangan dari beberapa merek terkenal menunjukkan perbedaan yang signifikan.
Kesatuan harga emas Antam dan Galeri 24 merosot masing-masing sebesar Rp2.000 per gram. Sebaliknya, harga emas UBS justru menunjukkan tren kenaikan ringan dengan peningkatan yang sama.
Walaupun pergerakan ini relatif kecil, berita ini tetap menjadi perhatian utama bagi para investor yang mempertimbangkan emas sebagai instrumen untuk investasi jangka panjang. Keputusan untuk berinvestasi dalam emas harus didasarkan pada analisis yang menyeluruh mengenai pasar.
Rincian Harga Emas Hari Ini (5 Agustus 2025)
Harga Emas Antam:
0,5 gram: Rp1.059.000
1 gram: Rp2.015.000
5 gram: Rp9.838.000
10 gram: Rp19.619.000
25 gram: Rp48.917.000
100 gram: Rp195.421.000
1.000 gram: Rp1.952.631.000
Harga Emas Galeri 24:
0,5 gram: Rp1.012.000
1 gram: Rp1.930.000
5 gram: Rp9.432.000
10 gram: Rp18.813.000
25 gram: Rp46.916.000
100 gram: Rp187.422.000
1.000 gram: Rp1.872.360.000
Harga Emas UBS:
0,5 gram: Rp1.055.000
1 gram: Rp1.952.000
5 gram: Rp9.570.000
10 gram: Rp19.039.000
25 gram: Rp47.503.000
100 gram: Rp189.547.000
1.000 gram: Rp1.892.360.000
Mengetahui Mengapa Emas Masih Menjadi Pilihan Populer
Meskipun pergerakan harga emas bisa jadi tergolong kecil, emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang favorit. Ada beberapa alasan mengapa banyak orang memilih untuk berinvestasi dalam logam mulia ini.
Satu daya tarik utama adalah sifat emas yang tahan terhadap inflasi. Ketika nilai mata uang menurun atau saat terjadi krisis ekonomi, harga emas cenderung tetap stabil bahkan bisa meningkat, menjadikannya aset yang aman.
Selain itu, emas juga mudah dicairkan. Perlu uang cepat? Emas dapat dijual dengan mudah di berbagai tempat seperti toko emas atau lewat platform digital yang kini banyak tersedia.
Di samping itu, emas juga dikenal memiliki risiko yang lebih rendah dibandingkan investasi lain seperti saham atau kripto. Stabilitas harganya membuat banyak orang merasa lebih nyaman untuk investasi dalam jangka panjang.
Diversifikasi portofolio juga menjadi alasan lain. Melibatkan emas dalam portfolio Anda bisa membantu menyeimbangkan risiko dengan tidak hanya mengandalkan satu jenis aset.
Akhirnya, bentuk fisik emas memberikan rasa aman tersendiri. Berbeda dengan aset digital, keberadaan emas yang dapat dipegang memberikan kepercayaan dan kenyamanan bagi banyak investor.
Memahami Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Harga emas bukanlah hasil penetapan yang sembarangan. Ada berbagai faktor eksternal dan internal yang memengaruhi pergerakannya di pasar.
Salah satu faktor utama adalah nilai tukar dolar AS. Ketika dolar menguat, sering kali harga emas akan turun dan sebaliknya.
Kebijakan moneter yang diterapkan oleh bank sentral juga berperan penting. Jika bank sentral mengurangi suku bunga, biasanya harga emas akan meningkat sejalan dengan penurunan imbal hasil investasi berbasis bunga.
Gejolak atau ketidakpastian ekonomi global juga menjadi pendorong harga emas. Waktu-waktu krisis atau pergeseran pasar seringkali menyebabkan lonjakan permintaan akan emas.
Dengan memperhatikan permintaan dan penawaran di pasar, kita juga bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang pergerakan harga emas. Ketika permintaan meningkat, harga biasanya juga akan ikut terdongkrak.


