www.fokustempo.id – Jawa Timur sedang bersiap untuk menyambut kunjungan penting dari perwakilan pemerintah Kerajaan Arab Saudi pada bulan Desember 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memeriksa kehalalan rumah potong hewan (RPH) yang ada di daerah tersebut, mengingat Jatim berperan signifikan dalam pasokan bahan makanan, terutama daging sapi.
Dengan populasi mencapai 3,11 juta ekor sapi potong, provinsi ini berharap dapat menjadi bagian dari penyedia makanan siap saji untuk jemaah haji yang akan datang. Gubernur Khofifah menyatakan bahwa kontrak antara pemerintah Indonesia dan Kerajaan Saudi sudah terjalin untuk mulai memproduksi bahan baku tersebut pada tahun 2026.
Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa telah ada penawaran enam jenis menu tradisional Indonesia yang siap disajikan, termasuk gule, kare, dan rendang. Ini adalah langkah yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan produk makanan yang berkualitas bagi para jemaah haji.
Peran Strategis Jawa Timur dalam Ketahanan Pangan Nasional
Jawa Timur memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama dalam penyediaan daging. Gubernur Khofifah mengungkapkan bahwa krisis pangan global menuntut provinsi ini untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam memenuhi kebutuhan pangan, termasuk bagi jemaah haji yang datang dari seluruh dunia.
Dengan adanya enam jenis menu yang telah disepakati, ini menandakan bahwa Jatim siap untuk berkontribusi dalam menciptakan cita rasa yang khas. Hal ini juga menjadi kesempatan emas bagi peternak lokal untuk memasarkan produk mereka ke tingkat yang lebih luas.
Gubernur Khofifah berharap bahwa kerja sama ini akan menguntungkan semua pihak, khususnya peternak yang ada di Jawa Timur. Ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan mereka melalui penjualan produk-produk daging yang berkualitas.
Keberadaan Rumah Potong Hewan Halal di Jawa Timur
Salah satu syarat utama dari Kerajaan Arab Saudi adalah memastikan kehalalan dan keamanan produk daging. Saat ini, terdapat 162 rumah potong hewan yang sudah memiliki sertifikasi halal di Jawa Timur. Hal ini menunjukkan komitmen daerah untuk memenuhi standar yang berlaku bagi penyediaan produk makanan.
Gubernur Khofifah juga menyampaikan kebanggaannya bahwa rumah potong hewan di Jatim telah memenuhi kriteria halal. Namun, masih ada tantangan agar semua rumah potong bisa mendapatkan sertifikasi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan yang tinggi.
Keberadaan rumah potong hewan halal tidak hanya menguntungkan dari sisi bisnis, tetapi juga memberikan rasa aman bagi konsumen. Hal ini menjadi nilai tambah yang penting dalam memasuki pasar internasional, termasuk pasar haji.
Sinergi antara Pemerintah dan Peternak dalam Menciptakan Peluang Usaha
Gubernur Khofifah mengajak semua peternak untuk bersinergi dalam mendukung program pemenuhan kebutuhan pangan. Dia berharap bahwa kerjasama ini dapat memberikan peluang usaha yang lebih baik bagi peternak di Jawa Timur. Dengan demikian, peternak dapat lebih sejahtera dan mendukung ekonomi lokal.
Dalam menghadapi tantangan global, penting bagi semua elemen untuk saling berkolaborasi. Di sinilah peran pemerintah dalam memberikan pelatihan dan dukungan teknis kepada peternak sangat krusial.
Saat ini, peternak di Jatim tidak hanya menjual daging untuk kebutuhan lokal. Mereka juga diberikan peluang untuk menerobos pasar internasional, khususnya untuk jemaah haji yang memerlukan daging berkualitas.


