www.fokustempo.id – Dunia pendidikan pesantren mengalami kehilangan besar dengan berpulangnya Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A. sebagai Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menghembuskan napas terakhir pada Sabtu, 3 Januari 2026, pukul 12.14 WIB, di RSUD Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang.
Kepergian beliau bukan hanya kehilangan bagi institusi yang dipimpinnya, tetapi juga bagi banyak santri dan masyarakat luas. Tokoh yang sangat dihormati ini telah banyak berjasa dalam dunia pendidikan Islam, khsusunya di Indonesia.
Berita duka ini resmi diumumkan melalui keterangan yang disampaikan oleh Sekretariat Pimpinan PMDG di media sosial. Mereka menyatakan, “Telah berpulang ke rahmatullah Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A.” dalam sebuah pengumuman yang menggetarkan hati banyak orang.
Mengenang Kehidupan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi
K.H. Amal Fathullah Zarkasyi lahir di Ponorogo pada 4 November 1949. Beliau adalah putera keempat dari K.H. Imam Zarkasyi, salah satu pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor yang sangat berpengaruh di Indonesia.
Pendidikan yang beliau tempuh tidak hanya terbatas di pesantren, tetapi juga meluas ke ranah akademis. Sebagai seorang akademisi, beliau memiliki spesialisasi dalam bidang ‘aqidah dan filsafat Islam, serta dikenal sebagai cendekiawan Muslim yang ahli dalam ilmu Kalam dan perbandingan agama.
Selain pengalamannya di dunia akademis, beliau juga menjabat sebagai rektor Universitas Darussalam Gontor selama periode 2014-2020, donde ia memberikan dampak signifikan dalam pengembangan kurikulum dan sistem pendidikan.
Warisan yang Ditinggalkan Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi
Warisan terpenting yang ditinggalkan oleh K.H. Amal Fathullah Zarkasyi adalah pandangan hidup yang mengintegrasikan agama dengan ilmu pengetahuan. Beliau selalu mendorong santri untuk tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga ilmu umum untuk menciptakan generasi yang holistik.
Beliau percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang beradab dan damai. Dengan prinsip-prinsip ini, K.H. Amal telah memupuk ribuan santri untuk menjadi pemimpin yang berintegritas dan bertanggung jawab.
Santri yang pernah mengikuti pendidikan di Pondok Modern Gontor membuktikan hal tersebut dengan berbagai pencapaian di berbagai bidang. Banyak di antaranya yang berhasil menjadi pemimpin di komunitas, akademisi, dan profesional yang berpengaruh.
Pesan Duka dan Harapan untuk Keluarga Terkasih
Pihak pesantren mengungkapkan duka cita yang dalam atas kepergian beliau. Mereka berharap, agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya dan yagn ditinggalkannya selalu diberkahi.
“Semoga almarhum husnul khatimah. Allah ampuni segala dosanya,” demikian kutipan doa yang disampaikan oleh pihak pesantren. Ucapan doa ini menjadi harapan bersama bagi yang ditinggalkan agar mendapatkan ketabahan.
Keluarga dan santri juga mendoakan agar beliau diterima semua amal ibadahnya dan diampuni segala kesalahan. Ini adalah sebuah penghormatan yang layak diberikan untuk seorang tokoh pendidikan yang berjasa besar.
Pondok Modern Darussalam Gontor akan memberikan klarifikasi lebih lanjut mengenai kepergian beliau dan proses selanjutnya. Informasi ini akan sangat dinantikan oleh masyarakat yang peduli pada kemajuan pendidikan Islam.
Beliau yang telah memberikan kontribusi panjang terhadap pendidikan pesantren akan selalu dikenang dalam ingatan setiap orang yang pernah merasakannya. Dengan harapan, semangat perjuangan beliau dapat terus menginspirasi generasi berikutnya untuk melanjutkan warisan ilmu.


