www.fokustempo.id – Partai Golkar di Kota Kediri tengah bersiap untuk menggelar Musyawarah Daerah (Musda) pada 26 September 2025, di mana akan dipilih Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) yang baru untuk periode 2025 hingga 2030. Kegiatan ini menjadi penting untuk meremajakan struktur kepemimpinan partai dan menjamin keberlangsungan visi serta misi Partai Golkar di daerah tersebut.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Kediri, Sudjono Teguh Widjaja, mengungkapkan bahwa mereka berencana untuk mengadakan Musda secara sederhana tetapi ingin tetap memastikan suasana yang kondusif. Menurutnya, cara sederhana akan mencerminkan semangat partai dalam melayani masyarakat tanpa menonjolkan kemewahan.
“Kami akan memasang umbul-umbul di beberapa titik strategis di Kota Kediri untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai Musda yang akan dilaksanakan pada 26 September 2025,” ujarnya. Melalui pemasangan atribut ini, mereka berharap dapat mengundang minat publik terhadap agenda yang diusung oleh partai.
Persiapan dan Pelaksanaan Musda Partai Golkar di Kediri
Sudjono menambahkan bahwa persiapan untuk Musda dilakukan dengan mengutamakan aspek kesederhanaan. Mereka menginginkan acara tersebut dapat berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang dapat memengaruhi kualitas dan hasil dari Musda itu sendiri.
“Persiapan kami sejalan dengan tujuan kami untuk memastikan Musda berlangsung kondusif dan tidak berlebihan,” katanya. Ia menegaskan bahwa bahkan tanpa hiasan mewah, semangat partai untuk memajukan Kediri tetap menjadi prioritas utama.
Proses pendaftaran calon ketua DPD akan dimulai selama dua hari, yaitu pada Rabu (17/9/2025) dan ditutup pada Kamis (18/9/2025). Para calon diharuskan memiliki dukungan minimal sepertiga suara dari total suara yang ada untuk bisa mencalonkan diri.
Prosedur Pendaftaran Calon Ketua DPD
“Hari Rabu kami akan membuka pendaftaran untuk calon ketua, dan harapannya banyak kandidat yang berminat,” tegas Sudjono. Hal ini penting untuk mendorong generasi baru dalam kepemimpinan partai dan menarik minat anggota untuk terlibat aktif.
Walaupun belum ada kandidat yang resmi mendaftar, peluang bagi figur-figur potensial untuk muncul dari internal partai tetap terbuka lebar. Sudjono berharap akan ada regenerasi yang akan membawa wajah baru dalam kepemimpinan.
“Mudah-mudahan akan ada figur yang layak muncul, tetapi proses ini tergantung pada mengkondisikan situasi partai,” ungkapnya. Dengan potensi regenerasi ini, diharapkan Partai Golkar dapat terus berkembang dan berinovasi menciptakan solusi bagi masyarakat.
Syarat Pencalonan yang Ditetapkan oleh Partai Golkar
Adanya persyaratan ketat untuk pencalonan calon ketua juga menjadi perhatian Sudjono. Di antaranya, calon diharuskan menjadi anggota Partai Golkar minimal selama lima tahun dan harus terlibat dalam kepengurusan pleno.
“Kandidat yang belum memenuhi syarat tersebut perlu mendapatkan persetujuan dari Ketua Umum DPP Partai Golkar,” jelas Sudjono. Dengan adanya syarat tersebut, partai berharap dapat memastikan kualitas calon yang akan memimpin ke depan.
Sudjono juga menekankan bahwa dalam Partai Golkar terdapat batasan masa jabatan yang ketat. “Masa jabatan dibatasi hanya dua kali, dan jika lebih, harus ada izin dari ketua umum,” pungkasnya. Aturan ini memastikan adanya rotasi serta regenerasi kepemimpinan dalam partai.


