www.fokustempo.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengonfirmasi bahwa truk sampah yang terlibat dalam kecelakaan di Jalan Bubutan dan menyebabkan seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia bukanlah milik pemerintah kota. Kecelakaan tersebut terjadi pada hari Senin, 19 Mei, sekitar pukul 15.00 WIB, ketika seorang perempuan dari Menganti, Gresik, terlindas oleh truk di lokasi kejadian.
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menegaskan bahwa truk yang terlibat dalam insiden tersebut adalah milik swasta, yang terlihat dari warna plat nomor kuningnya, yaitu L 8841 UT. “Semua truk sampah yang digunakan oleh DLH memiliki plat berwarna merah,” tambahnya, menjelaskan untuk menghindari kesalahpahaman.
Kecelakaan Maut dan Keamanan Lalu Lintas
Insiden tersebut menarik perhatian karena melibatkan kendaraan pengangkut sampah, yang biasanya sangat berisiko di jalan raya. Menurut laporan, truk tersebut melaju dari arah Barat Jalan Kranggan menuju ke arah Utara Jalan Bubutan saat kecelakaan terjadi, saat situasi lalu lintas cukup padat. Seorang saksi, Hariyono Suyono, mengungkapkan bahwa lampu lalu lintas pada waktu tersebut tidak menyala merah, dan banyak kendaraan yang melintas. Korban terlindas setelah tiba-tiba berada di depan truk.
Dedik Irianto mengungkapkan bahwa DLH Surabaya telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan keselamatan berkendara bagi sopir truk sampah. Langkah-langkah tersebut termasuk mengadakan pelatihan berkendara dengan menggandeng lembaga untuk meningkatkan keterampilan para sopir. “Setiap tahun, kami mengadakan pelatihan safety driving,” jelasnya, menekankan pentingnya keselamatan di jalan raya.
Tanggung Jawab dan Pengelolaan Sampah yang Efektif
DLH Surabaya juga melakukan pengecekan rutin terhadap kelaikan kendaraan untuk memastikan bahwa semua truk dalam kondisi baik sebelum digunakan. Dedik menjelaskan bahwa koordinasi dengan Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) juga sangat penting dalam pemeliharaan kendaraan. Selain itu, penjadwalan pengiriman sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo dilakukan dengan sangat hati-hati, di mana truk mengambil sampah dari Lembaga Pengelolaan Sampah (LPS) pada pukul 04.00 WIB untuk meminimalkan gangguan lalu lintas.
Pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan aman di kota besar seperti Surabaya tidak bisa diabaikan. Melalui pelatihan sopir dan pengawasan kendaraan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Terlebih lagi, pengelolaan sampah yang efisien tidak hanya mendukung kebersihan kota, tetapi juga keselamatan pengendara di jalan.
Ke depannya, diharapkan semua pihak dapat lebih menyadari pentingnya mematuhi aturan lalu lintas dan selalu waspada saat berkendara, terutama di daerah ramai. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan kesadaran dari semua pengendara.


