www.fokustempo.id – Pabrik kedua Kana Factory resmi dibuka di Desa Sliwung, Kecamatan Panji, Kabupaten Situbondo pada Sabtu, 12 Juli 2025. Kehadiran pabrik ini menandai langkah maju dalam pengembangan industri skincare lokal yang berdaya saing dan memberikan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Inisiatif ini dimulai dari sebuah pabrik kecil seluas 180 meter persegi yang beroperasi selama empat tahun. Kini, kebutuhan pasar yang semakin meningkat memicu pembangunan pabrik kedua dengan fasilitas yang lebih lengkap dan modern.
Sebelumnya, Kana Factory mengalami tantangan dalam memenuhi pesanan yang terus meningkat, terutama dari platform media sosial yang mengharuskan pengiriman barang dalam waktu singkat. Project Manager, Andreas Lucio Ivanno, mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut menjadi pendorong utama untuk membangun pabrik yang lebih besar.
Di antaranya adalah tuntutan dari aplikasi TikTok, yang mewajibkan pengiriman dilakukan pada hari yang sama. “Ini memotivasi untuk membuat perubahan, agar bisa menghindari penalti bagi seller,” ungkap Andreas saat acara peresmian.
Andreas juga menyatakan keyakinan bahwa produk local dapat bersaing dengan merek internasional. Ia optimis bahwa industri skincare dalam negeri dapat meraih prestasi yang lebih tinggi dan menjadi yang terdepan di pasar global.
Pembangunan Pabrik Kedua yang Diharapkan Membawa Pertumbuhan Ekonomi
Kana Factory 2 berada di bawah naungan CV Kanaka Indoutama dan telah mendapatkan izin resmi untuk operasionalnya. Saat ini, pabrik tersebut mempekerjakan sekitar 100 orang dan berkomitmen untuk terus menambah tenaga kerja sejalan dengan ekspansi bisnis.
“Kami optimis bahwa Kana Factory 2 akan menjadi pemimpin di industri skincare, baik lokal maupun internasional,” kata Andreas. Semangat ini diharapkan dapat memicu pertumbuhan lebih lanjut dalam sektor industri di region tersebut.
Ketua Umum Asosiasi CEO Mastermind Indonesia (ACMI), Donny Wahyudi, mencatat bahwa kehadiran pabrik baru ini merupakan langkah besar bagi industri lokal di Situbondo. Ia menyatakan bahwa usaha ini merupakan hasil dari kerja keras dan kolaborasi yang kuat.
“Ini adalah mimpi yang menjadi nyata, sebuah fondasi bagi industri pertama di Situbondo,” ujar Donny. Harapannya adalah supaya proyek ini dapat memberikan dampak yang signifikan bagi ekonomi daerah.
Deputi Kebangsaan Lemhannas RI, Mayjen Dwi Hartono, juga memberikan apresiasi terhadap langkah Kana Factory yang membangun pabrik di daerah. Ia percaya bahwa kehadiran fasilitas ini akan memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif bagi penduduk setempat.
Dukungan yang Kuat dari Berbagai Pihak untuk Kana Factory 2
“Ini adalah langkah pertama untuk membawa perubahan yang berarti. Kami berharap Kana Factory ini bisa memberikan manfaat bagi banyak orang,” kata Dwi Hartono. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat menarik lebih banyak investasi ke daerah tersebut.
Pembina ACMI sekaligus tokoh publik nasional, Helmi Yahya, hadir dalam acara peresmian dan memberikan motivasi kepada generasi muda. Dia mendorong anak muda untuk berani membangun usaha dari daerah dan menjaga hubungan yang luas.
“Hari ini kita melihat anak muda kelahiran 1992 meresmikan pabrik kedua. Ini adalah inspirasi bagi kita semua untuk terus maju,” ungkap Helmi. Ia menekankan pentingnya jaringan dalam membangun bisnis.
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, atau yang akrab disapa Mas Rio, juga memberikan dukungannya. Ia menekankan bahwa lingkungan investasi di Situbondo sangat terbuka dan kompetitif, sekaligus mengutamakan kolaborasi antara berbagai pihak.
“Silakan berinvestasi di Situbondo. Tanah yang murah dan kesempatan yang luas akan membantu pertumbuhan ekonomi kita,” tegas Mas Rio, disambut antusiasme dari para tamu undangan.
Visi dan Misi untuk Membangun Industri Lokal yang Berkelanjutan
Mas Rio menambahkan bahwa esensi dari kolaborasi dalam kompetisi adalah kunci untuk mempercepat perkembangan Situbondo. Ia menekankan bahwa semua orang harus dapat bersaing sambil tetap bekerja sama untuk mencapai tujuan yang lebih besar.
“Situbondo telah menunjukkan bahwa kami siap untuk berkembang. Kami ingin semua orang merasakan dampak positif dari pertumbuhan industri ini,” katanya. Sikap ini diharapkan bisa membawa lebih banyak peluang bagi masyarakat setempat.
Inisiatif semacam ini diharapkan dapat memberikan contoh bagi daerah lain. Keberhasilan Kana Factory berpotensi memotivasi pemuda untuk memulai usaha mereka sendiri dan berperan aktif dalam memajukan ekonominya.
Dengan semangat yang tercermin dalam peresmian ini, Kana Factory berkomitmen untuk terus berkembang dan menjadi kekuatan pendorong bagi industri skincare lokal. Diharapkan, kehadiran pabrik ini dapat menjadi contoh spesifik dalam pengembangan sektor industri nasional.
Pada akhirnya, harapan besar tertuju kepada Kana Factory 2 agar dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan ekonomi dan sosial di Situbondo. Semua pihak diundang untuk mendukung langkah ini demi masa depan yang lebih cerah.


