• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Newsletter
  • Login
Fokus Tempo
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan
No Result
View All Result
Fokus Tempo
No Result
View All Result

Kesempatan Hilang di Ratu Pamelingan

Kesempatan Hilang di Ratu Pamelingan

BacaJuga

Isu Infrastruktur Jalan Dalam Survei 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan

Isu Infrastruktur Jalan Dalam Survei 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan

Absurditas VAR dan Tindakan yang Perlu Diambil di Akhir Musim Liga 1

Absurditas VAR dan Tindakan yang Perlu Diambil di Akhir Musim Liga 1

www.fokustempo.id – Persebaya Surabaya berhasil mempertahankan kinerja positifnya di pentas Liga Indonesia dengan mengalahkan Madura United 1-0 dalam sebuah laga yang dihelat di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan. Kemenangan ini bukan hanya menambah koleksi poin, tetapi juga menegaskan kekuatan tim yang belum pernah kalah dalam delapan pertandingan terakhir, dengan rincian dua kali menang dan enam kali imbang.

Gol tunggal yang membawa Persebaya meraih tiga poin diciptakan oleh Bruno Moreira pada menit ke-73. Setelah menerima bola dari Malik Risaldi, ia berhasil menceploskan bola ke gawang lawan dalam sebuah serangan cepat yang terencana dengan baik.

Kemenangan ini menempatkan Persebaya di posisi ketujuh klasemen sementara dengan total 25 poin. Mereka kini tertinggal 12 poin dari pemimpin klasemen, Borneo FC, dan 15 poin dari zona degradasi yang diisi Semen Padang.

Namun, seharusnya momen merayakan kemenangan ini dilakukan dalam suasana yang meriah. Pada beberapa laga derbi Suramadu sebelumnya, stadion selalu dipenuhi oleh para pendukung Bonek dan Madura United, menciptakan atmosfer yang penuh semangat.

Ironisnya, kali ini panitia pelaksana memutuskan untuk menggelar pertandingan tanpa kehadiran penonton. Hal ini disebabkan oleh ketegangan yang terjadi di Surabaya antara kelompok masyarakat dengan organisasi beridentitas etnis Madura, yang mana situasinya dianggap berpotensi membahayakan.

Pertandingan tanpa penonton, yang dalam istilah sepak bola Liga Inggris disebut ‘behind closed doors’, tampaknya sudah menjadi fenomena yang tidak asing di dunia sepak bola Indonesia. Situasi seperti ini tidak hanya terjadi akibat pandemi Covid-19, tetapi juga karena faktor keamanan yang sering kali menjadi alasan utama untuk menggelar pertandingan secara tertutup.

Dalam konteks sepak bola, potensi gangguan keamanan bisa berasal dari rivalitas antarpendukung, seperti yang terjadi antara Persib dan Persija, atau Persebaya dan Arema. Selain itu, peristiwa politik yang sering dianggap menyusahkan juga bisa menambah kerumitan, bahkan ketika demokrasi berperan positif. Potensi kerusuhan masyarakat juga tak bisa dikesampingkan.

Dalam sepak bola profesional, pertandingan tanpa penonton tentunya merugikan klub dari segi finansial. Selain harus mengandalkan pendapatan dari hak siar televisi, pendapatan tiket juga menjadi sumber utama bagi klub-klub di Indonesia. Ketiadaan penonton tidak hanya berpotensi mengurangi pendapatan, tetapi juga menambahkan beban biaya operasional yang harus ditanggung tim, seperti sewa stadion dan pengamanan.

Lebih jauh lagi, laga tertutup antara Madura United dan Persebaya justru menimbulkan kesan bahwa ketegangan yang berlangsung memiliki implikasi sosial dan antaretnis yang lebih kompleks. Hal ini menunjukkan bahwa konteks yang lebih besar sedang berlangsung di masyarakat dan tidak bisa semata-mata dianggap sebatas rivalitas sepak bola.

Memahami Ketegangan Sosial dan Rivalitas dalam Sepak Bola

Problematika ketegangan sosial di Surabaya tidak hanya sebatas pada arena pertandingan. Laga antara Persebaya dan Madura United seharusnya bisa menjadi medium untuk meredakan ketegangan yang terjadi. Seharusnya, kesempatan ini dimanfaatkan untuk menunjukkan bahwa konflik yang ada tidak berkaitan langsung dengan etnisitas.

Sepak bola seharusnya menjadi jembatan untuk menyatukan semua pihak. Dalam sejarah panjangnya, Persebaya telah berhasil menyatukan berbagai elemen masyarakat di Jawa Timur, termasuk Pulau Madura. Kerjasama dan integrasi antara kedua pihak bisa menjadikan atmosfer pertandingan lebih penuh makna.

Persebaya juga dikenal memiliki banyak pendukung dari Pulau Madura. Sosok Achasanul Qosasih, yang dikenal sebagai ‘godfather’ Madura United, merupakan bagian dari komunitas Bonek yang sejak lama mendukung Persebaya. Hubungan baik antara pendukung Persebaya dan Madura United tentunya menunjukkan bahwa ini bukan sekadar pertandingan, tetapi adalah kesempatan untuk menciptakan solidaritas.

Bayangkan jika para pendukung dari kedua klub bisa duduk berdampingan, saling mendukung dan menunjukkan simbol-simbol persaudaraan. Tindakan tersebut tentu dapat berdampak positif, menampilkan potensi kolaborasi yang lebih baik di masa depan.

Namun, sayangnya kesempatan ini harus hilang di saat yang krusial. Dalam konteks ini, kita seharusnya mendorong dialog yang lebih terbuka antara berbagai kelompok di masyarakat dan memperkuat persatuan melalui olahraga.

Harapan untuk Masa Depan Sepak Bola Jawa Timur

Melihat potensi persatuan yang ditawarkan oleh sepak bola, diharapkan ke depan pertandingan-pertandingan di Jawa Timur, khususnya antara Persebaya dan Madura United, dapat digelar dengan kehadiran penonton lagi. Kehadiran penonton bukan hanya menambah semarak atmosfer pertandingan, tetapi juga bisa mengurangi ketegangan yang ada di masyarakat.

Kita perlu berupaya menunjukkan bahwa sepak bola lebih dari sekadar arena kompetisi. Ia juga bisa menjadi sarana untuk membangun jembatan antarbudaya dan antaretnis. Dengan mengedepankan nilai-nilai positif, sepak bola dapat merekatkan tali persaudaraan yang mungkin sempat melonggar.

Berharap, situasi ini menjadi pelajaran berharga untuk semua pihak. Semangat persatuan harus ditanamkan dalam setiap aktivitas yang melibatkan masyarakat. Dengan solidaritas, kita bisa menciptakan situasi yang jauh lebih baik, bukan hanya dalam dunia sepak bola tetapi dalam kehidupan sehari-hari.

Akhirnya, mari kita jaga persepsi positif terhadap sepak bola sebagai sarana untuk menyatukan, bukan memecah. Persebaya dan Madura United seharusnya menjadi contoh di mana rivalitas bisa berujung pada persahabatan dan saling pengertian.

Previous Post

Kemenhut Menanggapi Isu Digeledah Kejagung Terkait Tambang Konawe Utara

Next Post

Lalu Lintas Nataru Naik 20 Persen Dibandingkan Tahun Sebelumnya

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Sorotan
Fokus Tempo

© 2025 Fokustempo. All rights reserved.

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan

© 2025 Fokustempo. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?