www.fokustempo.id – Tuban – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur baru-baru ini menggelar Sosialisasi UMKM dan Koperasi di kampus Institut Ilmu Kesehatan Nahdlatul Ulama (IIKNU) Tuban, pada hari Kamis (29/05/2025).
Perhatian terhadap perekonomian yang tidak stabil saat ini menjadi fokus utama dalam diskusi tersebut. Tidak jarang kita mendengar berita tentang penurunan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, penting untuk melibatkan generasi muda sebagai motor penggerak, terutama dalam bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi.
Pentingnya Peran Pemuda dalam UMKM dan Koperasi
Menurut Ony Setiawan, salah satu anggota DPRD, pemuda memiliki potensi yang sangat besar untuk berinovasi dalam dunia bisnis. Mereka yang lebih dekat dengan teknologi dan tren terkini dapat menciptakan ide-ide segar yang dapat membantu meningkatkan ekonomi lokal. Jumlah pemuda yang terlibat dalam UMKM dan koperasi saat ini semakin meningkat, dan inisiatif pemuda ini diharapkan bisa mengangkat perekonomian di tengah situasi yang tidak menentu.
Data menunjukkan bahwa UMKM menyerap sekitar 97% dari total tenaga kerja di Indonesia, menjadikannya sebagai tulang punggung ekonomi nasional. Keterlibatan pemuda dalam sektor ini tidak hanya memberikan mereka pengalaman berharga, tetapi juga membangun kemandirian dan kepercayaan diri. Dengan adanya pelatihan manajemen wirausaha yang akan dilakukan oleh DPRD, tentunya akan memberikan bekal yang lebih kuat bagi mereka untuk berkompetisi di dunia bisnis.
Strategi Pengembangan Generasi Muda melalui Koperasi
Dari sudut pandang pendidikan, Rektor IIKNU Tuban, Dr. H. Miftahul Munir, menjelaskan bahwa universitasnya memiliki koperasi mahasiswa yang berfungsi sebagai wadah belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan berwirausaha. Koperasi ini tidak hanya sekadar kegiatan usaha, tetapi juga sarana untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab sosial.
Di samping itu, mahasiswa diharapkan untuk bisa mempraktikkan ilmu yang telah didapatkan di kampus dengan melakukan wirausaha, terutama saat acara Car Free Day. Kegiatan ini memberikan mereka kesempatan untuk mengimplementasikan teori-teori yang telah dipelajari dan merasakan langsung tantangan dalam berbisnis. Dengan memadukan edukasi dan pengalaman praktik, generasi muda diharapkan bisa membuka peluang kerja dan berkontribusi lebih kepada masyarakat.
Sebagai penutup, keterlibatan anggota DPRD dan institusi pendidikan dalam pemberdayaan pemuda melalui UMKM dan koperasi adalah langkah positif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil. Berinvestasi dalam pendidikan dan pelatihan untuk pemuda tidak hanya menguntungkan mereka secara pribadi, tetapi juga untuk masa depan ekonomi daerah dan negara. Dengan semangat dan inovasi, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang membawa harapan baru dalam kemandirian ekonomi.


