www.fokustempo.id – Bupati Jombang, H. Warsubi, baru saja dilantik sebagai Wakil Bendahara Umum Apkasi untuk periode 2025–2030, dan berkomitmen untuk menyuarakan aspirasi daerah di tingkat nasional. Dalam momen bersejarah ini, ia menekankan pentingnya pengelolaan anggaran yang transparan dan partisipasi aktif dari pemerintah daerah dalam pembangunan Indonesia.
Pelantikan berlangsung dalam sebuah seremoni yang dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, yang diadakan pada Kamis, 17 Juli 2025. Acara ini menarik perhatian banyak kalangan, menunjukkan betapa seriusnya investasi dalam kepemimpinan daerah yang efektif.
Mendagri Tito menekankan peran Apkasi sebagai penghubung antara kebijakan dan aspirasi masyarakat. Dia menyatakan bahwa melalui tangan para kepala daerah, suara masyarakat di berbagai pelosok negeri dapat mencapai pusat pemerintahan.
Pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran menjadi fokus utama dalam sambutannya. Ia berpesan agar opini publik menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan yang diambil oleh pemerintah daerah.
Pentingnya Peranan Asosiasi dalam Pembangunan Daerah
Ketua Umum Apkasi yang baru, Bursah Zarnubi, juga memberikan pidato yang tajam tentang pentingnya asosiasi ini. Dengan persentase lebih dari 60% proyek pembangunan nasional dilakukan di wilayah kabupaten, ia menjelaskan bahwa Apkasi harus menjembatani kebutuhan masyarakat yang seringkali terabaikan.
Dia mendorong agar asosiasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah koordinasi, tetapi juga sebagai agen perubahan yang menyediakan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi daerah. Keterlibatan aktif dalam meningkatkan standar hidup masyarakat harus menjadi tujuan utama.
Warsubi mengakui tantangan yang ada dalam menjalankan peran ini. Ia percaya, dengan kolaborasi lintas sektor yang produktif, BUMD yang sehat dan pelayanan perizinan yang lebih mudah, potensi daerah dapat dieksplorasi secara optimal.
Dalam pandangannya, kehadiran Apkasi harus diwarnai dengan usaha yang nyata agar tidak menjadi sebuah forum formalitas semata. Ada kebutuhan mendasar untuk menyederhanakan regulasi yang kerap kali menjadi penghalang bagi kemajuan daerah.
Komitmen untuk Pengelolaan Anggaran yang Efisien
Di tengah tantangan ini, Warsubi mengungkapkan keinginan untuk mendorong pemanfaatan dan pengelolaan anggaran daerah yang lebih efisien. Ia mengedepankan pentingnya transparansi dalam setiap aspek pengelolaan anggaran, agar masyarakat dapat lebih percaya pada figur pemimpin daerah.
Dengan penekanan pada integritas, ia berharap mampu menggali potensi lokal dan mendukung inisiatif yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Hal ini mencakup pengembangan infrastruktur dan pelayanan publik yang memadai.
Warsubi juga berharap agar Apkasi dapat memfasilitasi pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi kepala daerah dan pejabat di tingkat kabupaten. Dengan cara ini, diharapkan masing-masing daerah dapat lebih siap dalam menghadapi tantangan dan dinamika pembangunan.
Dalam konteks ini, keberadaan teknologi informasi menjadi penting untuk mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana. Warsubi mengajak semua pihak untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna memperkuat keterhubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Membangun Sinergi Antara Pemerintah dan Masyarakat
Acara pelantikan tidak hanya dihadiri oleh kepala daerah, tetapi juga banyak tokoh nasional yang menunjukkan dukungan mereka terhadap penguatan peranan daerah. Kehadiran mereka menjadi sinyal penting bahwa perhatian terhadap pembangunan daerah adalah agenda utama pemerintah.
Wakil Ketua DPR RI dan beberapa menteri juga tampil, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Hal ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi semua pihak untuk saling mendukung dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Warsubi, dalam posisi barunya, diharapkan dapat berkontribusi dengan memanfaatkan jaringan dan dukungan dari tokoh-tokoh penting ini. Sinergi yang kuat di antara berbagai pemangku kepentingan diharapkan dapat menciptakan kebijakan yang lebih responsif.
Pembangunan yang inklusif dan berbasis pada kebutuhan masyarakat harus menjadi fokus utama. Dengan menciptakan suasana kolaboratif, aspirasi masyarakat diharapkan bisa diangkat dan direspons dengan lebih cepat.


