www.fokustempo.id – Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, lebih dikenal dengan sebutan Gus Yani, berkomitmen untuk menyelesaikan program perumahan yang tidak layak huni dan mendukung pendidikan berbasis teknologi. Dia menegaskan bahwa anggaran dari APBD 2026 akan difokuskan pada pelayanan dasar untuk kemajuan masyarakat.
“Setiap rupiah anggaran akan digunakan untuk memberikan layanan yang merata dan tepat sasaran,” lanjutnya dengan semangat. Hal ini menunjukkan tekadnya untuk memastikan semua anggaran berpihak kepada rakyat.
Dalam kebijakan pemimpin ini, terlihat adanya keinginan untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik. Semua upaya ini bertujuan agar semua warga dapat menikmati fasilitas dan lingkungan yang lebih layak.
Perkembangan Program Prioritas di Gresik Sepanjang 2025
Bupati Gus Yani mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, berbagai program prioritas menunjukkan kemajuan yang memuaskan. Peningkatan kualitas permukiman, penyediaan air bersih, dan revitalisasi fasilitas publik menjadi fokus utama yang sangat diperhatikan oleh pemkab.
Saat ini, program peningkatan rumah layak huni berbasis Dana Alokasi Khusus (DAK) di Desa Campurejo sedang berjalan dengan baik. Setidaknya 39 dari 43 unit rumah layak huni telah berhasil diperbaiki hingga akhir November 2025.
Pembangunan rumah baru juga menunjukkan kemajuan, dengan 50 unit telah dibangun dari target total 102 unit. Ini merupakan langkah penting dalam upaya pemerataan akses perumahan yang layak bagi masyarakat.
Fokus pada Penanganan Rumah Tidak Layak Huni di Gresik
Gus Yani menekankan pentingnya penanganan rumah tidak layak huni sebagai bentuk perhatian bagi masyarakat kurang mampu. Dia memastikan bahwa bantuan RTLH akan menjangkau semua kecamatan tanpa terkecuali.
“Kawasan kumuh harus ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh untuk memenuhi harapan masyarakat,” jelasnya, menegaskan bahwa masalah perumahan lebih kompleks dari sekadar kondisi fisik rumah.
Bukan hanya bangunan yang tidak layak, tetapi juga aspek hukum, sanitasi, dan akses air bersih menjadi bagian dari program ini. Oleh karena itu, meningkatkan kondisi perumahan bukanlah sekadar proyek fisik, melainkan sebuah upaya untuk mengangkat kualitas hidup masyarakat.
Penyediaan Air Bersih untuk Kesejahteraan Masyarakat
Pemkab Gresik juga fokus pada penyediaan layanan air bersih yang layak bagi seluruh masyarakat. Pembangunan reservoir di Kecamatan Duduksampeyan dan Kebomas menjadi langkah strategis yang diharapkan dapat meningkatkan distribusi air.
Dengan infrastruktur baru ini, diharapkan pasokan air bersih dapat lebih merata, khususnya di area dengan kebutuhan yang tinggi. Gus Yani memastikan bahwa langkah ini merupakan kewajiban pemerintah untuk memenuhi hak dasar setiap warga negara.
Di sisi lain, fasilitas air bersih di Desa Raci Tengah turut dikembangkan untuk mendukung pendidikan. Hal ini menunjukkan niat baik pemkab untuk mengintegrasikan kebutuhan infrastruktur dengan pendidikan yang berkualitas.
Revitalisasi Pendidikan Berbasis Teknologi di Gresik
Sektor pendidikan juga menjadi fokus dengan pembangunan Gresik Universal Science Center (GUS) yang kini hampir rampung. Pusat pendidikan ini dirancang untuk menyediakan akses edukasi berbasis teknologi bagi masyarakat umum.
GUS akan berfungsi sebagai tempat pembelajaran yang interaktif dan modern, menciptakan lingkungan yang memotivasi anak-anak untuk tertarik kepada sains dan teknologi. Ini diharapkan dapat merangsang kreativitas dan inovasi di kalangan generasi muda.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak di Gresik mendapatkan akses ke pendidikan yang berkualitas. Pusat sains ini akan menjadi ikon baru bagi pembelajaran inovatif di daerah ini,” tutupnya dengan harapan besar untuk masa depan pendidikan di Gresik.


