www.fokustempo.id – Kinerja Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Bojonegoro menunjukkan hasil yang jauh lebih baik dibandingkan rata-rata BPR lain di Jawa Timur. Data terbaru menunjukkan bahwa aset BPR Bojonegoro mengalami peningkatan signifikan, mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga finansial ini.
Pada tahun ini, BPR Bojonegoro mencatat pertumbuhan aset mencapai 11,80 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini sangat signifikan, mengingat rata-rata pertumbuhan aset BPR di kawasan Jawa Timur hanya sekitar 4,56 persen.
Keberhasilan ini menjadi indikator positif atas pengelolaan yang baik serta kepercayaan yang tinggi dari masyarakat. Selain peningkatan aset, ada juga realisasi pembangunan gedung baru yang menaikkan tampilan dan fungsi BPR di Bojonegoro.
Pembangunan gedung baru BPR yang terletak di Jalan Veteran menjadi salah satu langkah strategis. Dengan anggaran sekitar Rp35 miliar, gedung ini sepenuhnya dibiayai dari hasil usaha BPR itu sendiri selama periode yang ditargetkan antara 2024 hingga 2025.
Analisis Pertumbuhan Aset di BPR Bojonegoro
Dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jawa Timur, pertumbuhan aset BPR Bojonegoro merupakan langkah yang menggembirakan. Tidak hanya sekadar angka, tetapi ini menunjukkan adanya fondasi yang kuat dalam pengembangan lembaga keuangan mikro ini.
Kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai 47,20 persen adalah salah satu indikator dari kepercayaan nasabah. Kondisi ini menjadi langkah awal dari pengembangan kredit yang lebih ekstensif, terutama bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Selain itu, kinerja kredit yang melonjak hingga 232,09 persen menunjukkan komitmen BPR Bojonegoro dalam memperkuat ekonomi lokal. Modal yang dimiliki kini mencapai Rp400 miliar, jelas menunjukkan kapasitas bank untuk mengelola dan menyalurkan dana dengan lebih luas.
Rasio permodalan yang terjaga dengan baik menunjukkan stabilitas dan integritas bank. Dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) mencapai 71,16 persen, menunjukkan bahwa BPR Bojonegoro dalam kondisi yang sangat sehat.
Peran Bupati Terhadap Perkembangan BPR
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan BPR. Ia mengingatkan pentingnya inovasi dalam layanan agar dapat bersaing dengan lembaga keuangan lainnya di daerah.
Dengan adanya perubahan bentuk BPR dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT), diharapkan profesionalisme dalam pengelolaan meningkat. Hal ini juga akan membantu dalam meningkatkan kapabilitas manajerial dan respons terhadap perubahan pasar.
Bupati juga meminta agar DPRD Bojonegoro lebih aktif dalam memantau akuntabilitas pengelolaan dana publik. Keterlibatan DPRD menjadi penting agar masyarakat terus percaya dengan pengelolaan BPR yang transparan.
Gerakan untuk mengajak masyarakat, termasuk pengusaha dan ASN, untuk membangun kerjasama dengan BPR sangatlah penting. Keterlibatan langsung dalam transaksi dan penggunaan layanan BPR dipandang sebagai bentuk dukungan nyata terhadap penguatan ekonomi lokal.
Peresmian Gedung Baru dan Harapan Ke Depan
Peresmian gedung baru BPR Bojonegoro dilaksanakan dengan menghadirkan berbagai pihak terkait. Kehadiran OJK menandai dukungan lembaga resmi terhadap kemajuan BPR ini.
Peninjauan gedung baru oleh Bupati dan Wakil Bupati sangat simbolis. Dengan membuka rekening baru di BPR, mereka menunjukkan dukungan dan kepercayaan kepada bank ini.
Gedung berlantai tujuh yang baru ini, dilengkapi dengan fasilitas modern serta sebuah masjid, akan menjadi landmark baru di Bojonegoro. Nuansa baru ini diharapkan tidak hanya jadi simbol, tetapi juga berfungsi dengan baik dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Kedepan, harapan bagi BPR Bojonegoro adalah dapat terus melayani dengan baik dan menjangkau lebih banyak nasabah. Peningkatan layanan berbasis teknologi menjadi salah satu prioritas agar semua transaksi berjalan lancar dan efisien.
Segala langkah yang diambil diharapkan dapat membawa perubahan yang positif tidak hanya bagi BPR Bojonegoro tetapi juga untuk perekonomian daerah secara keseluruhan. Keberadaan BPR yang kuat akan menjadi penggerak utama dalam mendukung pertumbuhan UMKM dan inisiatif lokal lainnya.


