www.fokustempo.id – Pelantikan Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto menandai sebuah langkah penting dalam sektor energi di Indonesia. Dewan ini diharapkan dapat menjadi mesin penggerak utama dalam pengembangan energi hijau yang berkelanjutan.
Dalam pelantikan yang berlangsung di Istana Negara pada Rabu, 28 Januari 2026, beberapa tokoh penting dari kalangan pemerintah dan pemangku kepentingan hadir. Salah satunya adalah Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, yang ditugaskan untuk berkontribusi dalam kebijakan energi nasional.
Amran Sulaiman menekankan bahwa sektor pertanian memiliki peran strategis dalam pengembangan energi hijau. Dengan potensi besar yang dimiliki Indonesia, ia optimis bahwa pertanian dapat mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
Pentingnya Dewan Energi Nasional untuk Pertumbuhan Energi Hijau
Dewan Energi Nasional dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden yang membagi anggota dari kalangan pemerintah dan pemangku kepentingan. Tugas utama dewan ini adalah merumuskan kebijakan terkait pengembangan energi nasional yang berkelanjutan.
Menteri Amran mengungkapkan komitmennya untuk memanfaatkan sumber daya lokal dalam mendukung ketahanan energi. Ia melihat sektor pertanian memiliki banyak potensi untuk dieksplorasi lebih lanjut dalam konteks energi hijau.
Dengan adanya DEN, diharapkan kolaborasi antar sektor dapat terjalin lebih baik. Hal ini tentunya akan membantu menetapkan arah pengembangan energi yang lebih terencana dan terarah di masa depan.
Optimisme Menteri Pertanian dalam Pengembangan Energi Hijau
Menteri Pertanian menegaskan optimisme akan potensi energi hijau dari sektor pertanian. Dia mengungkapkan bahwa Indonesia bisa mengandalkan komoditas seperti ubi kayu, kelapa sawit, dan tebu sebagai sumber utama pengembangan biofuel.
Dalam pandangannya, semua ini adalah langkah menuju kemandirian energi. Potensi pertanian yang belum maksimal dieksplorasi harus segera dioptimalkan agar bisa memberikan kontribusi yang nyata.
Amran menegaskan bahwa seiring bertumbuhnya kesadaran akan energi terbarukan, sektor pertanian akan berperan sebagai salah satu pilar utama. Ini tentunya membutuhkan sinergi dan kerjasama antar berbagai pihak.
Komitmen untuk Transisi Energi yang Berkelanjutan
Pelantikan DEN merupakan langkah awal untuk memperkuat komitmen Indonesia terhadap transisi energi yang berkelanjutan. Kolaborasi antara sektor pertanian dan energi menjadi sangat penting.
Amran menyebutkan bahwa dalam rencana pengembangan energi hijau, singkong akan menjadi alternatif baru. Ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam mencari sumber baru untuk kebutuhan energi nasional.
Dengan melihat potensi yang ada, transition energi menuju yang lebih bersih dan hijau sangat mungkin. Upaya ini tidak hanya berdampak positif bagi sektor energi tetapi juga bagi ekonomi nasional secara keseluruhan.


