www.fokustempo.id – Mojokerto menjadi sorotan dengan langkah tegas yang diambil oleh Wali Kota Ika Puspitasari dalam upaya memperkuat ketahanan keluarga. Menyikapi meningkatnya angka kenakalan remaja, Ika meluncurkan Program STAR (Sekolah Orang Tua Anak Remaja) yang bertujuan untuk meningkatkan komunikasi dalam keluarga di lingkungan masyarakat.
Program ini diimplementasikan di beberapa kelurahan sebagai langkah awal, termasuk Blooto dan Wates. Wali Kota menyatakan bahwa masalah komunikasi antara orang tua dan anak perlu disikapi serius, dan Program STAR hadir sebagai solusi yang ideal untuk menghadapi isu tersebut.
Ika menekankan bahwa program ini tidak hanya sekadar inisiatif untuk mencegah kenakalan remaja, tetapi juga untuk membangun fondasi keluarga yang lebih solid. Dengan mengajak orang tua dan anak berinteraksi secara lebih mendalam, diharapkan akan tercipta hubungan yang lebih baik dalam keluarga.
Pentingnya Ketahanan Keluarga dalam Mencegah Kenakalan Remaja
Ketahanan keluarga memang menjadi faktor kunci dalam mengurangi risiko kenakalan remaja. Banyak studi menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki komunikasi yang baik cenderung menghasilkan anak-anak yang lebih sehat secara emosional. Dalam hal ini, Program STAR bisa menjadi platform yang tepat untuk memperkuat komunikasi antara orang tua dan anak.
Lemahnya hubungan antara orang tua dan anak seringkali menyebabkan masalah perilaku di kalangan remaja. Program STAR berupaya untuk membongkar hambatan-hambatan ini dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada orang tua agar mereka dapat menjalin komunikasi yang lebih efektif.
Dengan pendekatan yang sistematis, Ika meyakini bahwa keikutsertaan orang tua dalam program ini akan menghasilkan efek positif. Hal ini penting, terutama ketika kita mempertimbangkan tantangan yang dihadapi oleh anak-anak di zaman modern yang penuh tekanan.
Strategi dan Implementasi Program STAR di Mojokerto
Program STAR dimulai dengan sosialisasi di berbagai kelurahan di Mojokerto, termasuk wilayah yang membutuhkan perhatian khusus. Pada tahap ini, para orang tua diberikan pengetahuan dan alat untuk berkomunikasi dengan anak-anak mereka.
Tidak hanya komunikasi verbal, tetapi juga aspek emosional dari hubungan ini turut ditekankan. Dengan adanya narasumber yang berkompeten, seperti psikolog dan ahli anak, orang tua dapat memahami anak mereka dengan lebih baik.
Setelah tahap sosialisasi, program ini dilanjutkan dengan workshop dan sesi interaktif yang bertujuan untuk membangun kepercayaan. Langkah ini penting untuk menciptakan ruang di mana anak-anak merasa aman untuk berbicara tentang masalah yang mereka hadapi.
Evaluasi dan Dampak dari Program STAR yang Dilaksanakan
Setelah Program STAR berlangsung, evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitasnya. Evaluasi ini lebih dari sekedar survei, melainkan juga melibatkan wawancara mendalam dengan peserta untuk mencari tahu dampak program ini terhadap hubungan keluarga mereka.
Dalam satu bulan setelah program, terjadi peningkatan yang signifikan dalam komunikasi antara orang tua dan anak. Testimoni dari peserta menunjukkan perubahan positif, di mana mereka merasa lebih terhubung dan saling memahami satu sama lain.
Ika berharap, implementasi Program STAR secara masif di seluruh kelurahan Mojokerto di tahun 2026 akan menjadi tonggak penting dalam menurunkan angka kenakalan remaja. Dengan adanya evaluasi menyeluruh, Pemkot Mojokerto dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya berdasarkan data yang akurat.


