www.fokustempo.id – Pemerintah Desa Senggreng di Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, mengambil langkah tegas untuk mencegah penyebaran narkoba yang semakin meresahkan. Dalam upaya tersebut, mereka melibatkan pemuda setempat dengan program-program yang positif dan konstruktif.
Langkah tersebut sangat penting mengingat peran pemuda sebagai generasi penerus yang memiliki potensi besar. Melalui keterlibatan mereka di dalam berbagai kegiatan, diharapkan kesadaran akan bahaya narkoba dapat meningkat.
Desa Senggreng kini resmi meluncurkan Program Pemuda Penggerak Anti Narkoba, yang diresmikan pada Rabu (12/11/2025) bersamaan dengan Badan Narkotika Nasional. Program ini menunjukkan komitmen desa untuk menanggulangi permasalahan sosial yang krusial ini.
Kepala Desa Senggreng, Rendyta Witrayani Setyawan, menjelaskan bahwa memerangi narkoba adalah tanggung jawab bersama. Ia menambahkan bahwa melibatkan pemuda merupakan langkah strategis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Dalam program tersebut, telah terbentuk kelompok Pemuda Penggerak Anti Narkoba yang terdiri dari 68 pemuda. Mereka merupakan perwakilan dari setiap Rukun Tetangga di Desa Senggreng, sehingga bisa menjangkau seluruh masyarakat.
Inisiatif Baru untuk Mendorong Pemuda Terlibat dalam Pemberantasan Narkoba
Para pemuda yang terlibat dalam program ini akan mulai aktif secepatnya setelah dilantik. Mereka akan mengikuti sosialisasi dari Badan Narkotika Nasional sebagai langkah awal untuk memahami bahaya penyalahgunaan narkoba.
Menurut Dita, sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada masyarakat. Dengan informasi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami dampak negatif narkoba.
Setiap pemuda yang terpilih akan bertanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi yang sudah mereka terima setelah mengikuti sosialisasi. Ini adalah langkah penting untuk menjangkau semua lapisan masyarakat di desanya.
“Setelah kegiatan sosialisasi, kami berharap para pemuda dapat berinovasi dan membantu menciptakan kegiatan positif lainnya,” ungkap Dita. Kegiatan-kegiatan ini akan berfokus pada pencegahan dan penyuluhan di lingkungan mereka.
Dengan melibatkan pemuda, diharapkan kampanye ini dapat berjalan lebih efektif dan memberikan dampak yang signifikan untuk masyarakat. Program ini adalah salah satu upaya untuk membangun generasi yang lebih sadar dan peduli terhadap lingkungan sosial.
Dampak Positif Jangka Panjang untuk Generasi Muda dan Masyarakat
Inisiatif ini memiliki potensi untuk memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. Ketika pemuda mulai aktif dalam mengkampanyekan bahaya narkoba, mereka berperan sebagai agen perubahan.
Harapan Dita adalah bahwa langkah ini tidak hanya akan membantu mencegah penyebaran narkoba tetapi juga berkontribusi dalam membangun karakter positif generasi muda. Kesadaran ini penting untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Secara tidak langsung, program ini juga sejalan dengan visi besar Pemerintah Pusat untuk Indonesia Emas 2045. Pemuda diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan bangsa di masa depan.
“Pada tahun 2045, pemuda saat ini akan memegang peranan vital dalam mengisi kekosongan dalam berbagai sektor pembangunan,” jelas Dita. Ini menunjukkan perlunya investasi dalam pendidikan dan keterampilan generasi muda saat ini.
Langkah Pemdes Senggreng ini adalah salah satu contoh konkret dari upaya tersebut. Dengan menanamkan nilai-nilai positif sejak dini, diharapkan masyarakat bisa lebih kuat dalam menghadapi tantangan yang ada.
Sinergi antar Pihak untuk Keberhasilan Program
Kehadiran pihak-pihak seperti Badan Narkotika Nasional sangat penting dalam mencapai tujuan program ini. Dengan adanya bimbingan dari BNN, para pemuda dapat memahami lebih dalam tentang persoalan narkoba.
Kolaborasi antara pemerintah desa dan BNN merupakan contoh sinergi yang baik dalam memberantas narkoba. Upaya bersama ini diharapkan dapat memberikan model yang bisa diadaptasi oleh desa-desa lain.
Aktivitas yang dilakukan oleh pemuda diharapkan tidak hanya terfokus pada sosialisasi, tetapi juga menciptakan berbagai kegiatan positif lainnya. Hal ini akan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.
Penting bagi pemuda untuk mendapatkan dukungan dari komunitas dan pemerintahan setempat sehingga program ini bisa berkelanjutan. Dukungan bisa berupa pendanaan, fasilitas, dan pelatihan.
Melalui berbagai langkah ini, diharapkan Desa Senggreng dapat menjadi contoh bagi desa lainnya. Ketika kolaborasi berhasil, dampak positifnya akan terasa tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga regional.


