www.fokustempo.id – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur baru-baru ini mengadakan Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) di Gedung BBPPMPV BOE Kota Malang. Dengan tema “Ansor Jatim Navigator: Mengawal Aspirasi, Menjaga Kondusifitas”, agenda tersebut bertujuan untuk mengangkat berbagai isu strategis mulai dari kesejahteraan petani hingga masalah pendidikan nasional.
Ketua PW GP Ansor Jatim, Musaffa Safril, menjelaskan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) yang sedang dibahas. Menurutnya, RUU ini dapat mengancam keberadaan pondok pesantren dan madrasah, yang merupakan institusi pendidikan vital bagi masyarakat.
“Ada kegelisahan di kalangan masyarakat terkait wacana penghapusan istilah yang berhubungan dengan madrasah dalam RUU tersebut. Ini membuat banyak yang khawatir bahwa santri atau lulusan pesantren tidak akan diakui dalam sistem pendidikan nasional,” tandas Musaffa.
Pentingnya Pendidikan yang Berbasis Nilai Kearifan Lokal
Dalam diskusi tersebut, GP Ansor juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan yang berbasis nilai kearifan lokal. Pendidikan yang mengintegrasikan adat dan budaya daerah dipercaya dapat meningkatkan rasa nasionalisme dan identitas bangsa di kalangan generasi muda.
Musaffa menekankan bahwa nilai-nilai kearifan lokal harus diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa generasi muda memahami dan menghargai budaya serta tradisi yang ada di daerahnya sendiri, sehingga mereka dapat mewarisi kearifan tersebut.
Lebih lanjut, Musaffa menjelaskan bahwa pondok pesantren dan madrasah merupakan bagian penting dari sistem pendidikan di Indonesia. Mereka bukan hanya tempat belajar, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan akhlak bagi santri dan siswa.
Perjuangan Kesejahteraan Petani Tembakau di Jawa Timur
Selain isu pendidikan, DP Ansor Jatim juga fokus pada aspek kesejahteraan petani tembakau yang ada di Jawa Timur. Meskipun provinsi ini dikenal sebagai sentra produksi tembakau, kesejahteraan para petaninya masih memprihatinkan.
“Pendapatan negara dari cukai hasil tembakau cukup signifikan, namun feedback kepada petani tembakau masih sangat minim. Kami akan terus mendorong adanya keberpihakan yang nyata untuk membantu mereka,” kata Musaffa dengan tegas.
Musaffa juga mengingatkan bahwa tinggi rendahnya pajak terhadap industri rokok seringkali berdampak langsung kepada petani tembakau. Banyak di antara mereka yang merugi karena harga tembakau di pasar tidak sebanding dengan pengeluaran yang mereka keluarkan.
Pentingnya Kebijakan yang Berpihak pada Petani
Dalam menyikapi tantangan yang dihadapi petani tembakau, Musaffa menekankan perlunya kebijakan yang lebih berpihak kepada mereka. Kejelasan harga tembakau dan perlindungan yang lebih baik dari pemerintah sangat dibutuhkan agar petani dapat bekerja dengan tenang.
“Saat ini, kepastian harga tembakau sangat tidak jelas. Kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian lebih, karena petani tembakau ini merupakan salah satu pilar perekonomian Indonesia,” ungkapnya.
Keberpihakan yang nyata dari pemerintah sangatlah penting. Musaffa berharap langkah-langkah konkrit dapat segera diambil untuk memastikan kesejahteraan petani tembakau dan memastikan bahwa mereka tidak terus berada dalam kondisi yang merugikan.
Peran Aktif Generasi Muda dalam Membawa Perubahan
Dalam era modern ini, GP Ansor juga mengajak generasi muda untuk berpartisipasi aktif dalam berbagai isu sosial, terutama yang berkaitan dengan pendidikan dan kesejahteraan petani. Kesadaran akan hak dan tanggung jawab sosial sangat penting untuk menciptakan perubahan yang positif.
Musaffa menegaskan bahwa setiap individu memiliki peran dalam menciptakan perubahan. Generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga turut serta dalam upaya memperjuangkan hak-hak mereka dan masyarakat lainnya.
Dengan keterlibatan aktif, diharapkan akan muncul inovasi dan ide-ide segar yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang ada, baik dalam pendidikan maupun kesejahteraan sosial.


