• Hubungi Kami
  • Kebijakan Privasi
Newsletter
  • Login
Fokus Tempo
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan
No Result
View All Result
Fokus Tempo
No Result
View All Result

Wacana Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Apakah Ini Bukan Suatu Impunitas menurut Direktur Eksekutif De Jure

Wacana Gelar Pahlawan untuk Soeharto, Apakah Ini Bukan Suatu Impunitas menurut Direktur Eksekutif De Jure

BacaJuga

Ahli Baru Hadir di Tengah Polemik Ijazah Jokowi, Ketua Kagama Ingatkan Jangan Hanya Cari Panggung

Ahli Baru Hadir di Tengah Polemik Ijazah Jokowi, Ketua Kagama Ingatkan Jangan Hanya Cari Panggung

Usai Viral University Elephant Mada, Kini Kagama Jadi Keluarga Alumni Elephant Mada

Usai Viral University Elephant Mada, Kini Kagama Jadi Keluarga Alumni Elephant Mada

www.fokustempo.id – Wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto, Presiden kedua Republik Indonesia, mendapat perhatian luas di masyarakat. Banyak pihak menyuarakan pendapat mereka, baik yang mendukung maupun yang menolak, menjadikan isu ini sangat kontroversial.

Dalam diskusi publik yang berlangsung di Jakarta, beberapa aktivis menyatakan kekhawatiran mereka. Mereka khawatir pengakuan terhadap sosok Soeharto dapat berimplikasi pada legitimasi pelanggaran HAM yang terjadi selama masa kepemimpinannya.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menjadi salah satu suara yang menolak wacana tersebut. Kelompok ini berpendapat bahwa memberikan gelar pahlawan kepada Soeharto adalah bentuk pemutihan terhadap berbagai kejahatan negara yang pernah terjadi.

Perdebatan Tentang Gelar Pahlawan untuk Soeharto

Di berbagai forum diskusi, penolakan terhadap gelar tersebut terungkap dengan jelas. Misalnya, Bhatara Ibnu Reza selaku Direktur Eksekutif De Jure mengungkapkan pendapatnya. Dia menilai pemberian gelar pahlawan pada Soeharto bisa dianggap sebagai bentuk impunitas bagi rezim yang mengawasi berbagai pelanggaran.

Menurutnya, gelar tersebut akan memberikan “amnesty” bagi tindakan pelanggaran HAM berat yang terjadi selama era Soeharto. “Apakah ini bukan suatu impunitas?” tanyanya retoris, menekankan bahwa harus ada tanggung jawab untuk semua tindakan tersebut.

Ibnu juga mencermati bahwa pencapaian nasional di bawah kepemimpinan Soeharto sering kali datang dengan mengorbankan hak asasi manusia. Dalam pandangannya, keputusan untuk memberikan gelar pahlawan tersebut sangat tidak logis.

Pelanggaran HAM Selama Era Soeharto

Selama masa kepemimpinannya yang berlangsung sekitar 32 tahun, banyak laporan dan catatan sejarah mencatat pelanggaran hak asasi manusia yang luas. Kasus-kasus pelanggaran tersebut sudah sering dikemukakan dalam berbagai penelitian dan analisis. Hal ini menunjukkan bahwa tuduhan terhadap Soeharto tidak bisa diremehkan.

“Negara seharusnya tidak bisa begitu saja memaafkan dirinya sendiri atas tindakan pelanggaran hak.” kata Ibnu, menekankan pentingnya keadilan bagi korban. Hasil dari tindakan pelanggaran tersebut seharusnya menjadi fokus utama, bukan perayaan terhadap namanya.

Ia menganggap publik seharusnya menggali lebih dalam mengenai dampak negatif dari pemerintahan Soeharto. Korupsi, kolusi, dan nepotisme, yang dikenal dengan istilah KKN, juga merupakan masalah yang tak bisa diabaikan.

Pengakuan Negara Terhadap Penyimpangan di Era Orde Baru

Ibnu juga mengingatkan bahwa negara sendiri pernah mengakui adanya masalah serius selama Orde Baru. Melalui TAP MPR yang membahas korupsi, pemerintah mengakui bahwa ada praktik buruk yang berlangsung dan memberikan dampak signifikan terhadap rakyat.

Dengan pengakuan seperti itu, Ibnu merasa tidak seharusnya ada upaya untuk memuliakan sosok yang dikaitkan dengan praktik-praktik merugikan. “Negara seharusnya bertanggung jawab dan tidak berpura-pura,” ujarnya, menggambarkan adanya tanggung jawab moral yang perlu diemban.

Dalam konteks tersebut, harapan untuk tercapainya rekonsiliasi di masyarakat seharusnya tidak mengarah kepada pemutihan kesalahan. Alih-alih memberikan gelar yang bisa menimbulkan pro dan kontra, seharusnya ada perhatian lebih kepada sejarah yang telah terjadi.

Previous Post

UMKM Mojokerto Didorong Naik Kelas Melalui Penguatan Branding dan Pemasaran Digital

Next Post

Setelah Kegaduhan yang Tenang

Rekomendasi

No Content Available

Jaringan Media

  • lensautama.id
  • wartafakta.id
  • kabarsuara.id
  • beritacepat.id
  • posbenua.id
  • metrosuara.id
  • lineberita.id
  • radarharian.id
  • tempoaktual.id
  • fokusnasional.id
  • pantauindonesia.id
  • sekilasnews.id
  • mediapos.id
  • bangsanews.id
  • terasfakta.id
  • indofakta.id
  • indotempo.id
  • arahberita.id
  • rincilokal.id
  • lacakberita.id
  • cuplikdata.id
  • siarandaerah.id
  • nalarberita.id
  • narasiutama.id
  • pusatkabar.id
  • pantaupublik.id
  • teropongpublik.id
  • portalkabar.id
  • kilaswarta.id
  • cahayaberita.id
  • rekamfakta.id
  • pijarberita.id
  • detilberita.id
  • indokritis.id
  • citraberita.id
  • perskita.id
  • nusainfo.id
  • lintasbangsa.id
  • laporanmetro.id
  • lensapublik.id
  • citraharian.id
  • zonaliputan.id
  • liputanmetro.id
  • indoheadline.id
  • arahkabar.id
  • zonajurnalis.id
  • infobangsa.id
  • logikaberita.id
  • mediasiaran.id
  • rakyatupdate.id
  • infoheadline.id
  • beritakritis.id
  • suarawan.id
  • jurnalita.id
  • layardunia.id
  • fokuspagi.id
  • indonesiacek.id
  • saluranrakyat.id
  • livemetro.id
  • setarainfo.id
  • rakyatinfo.id
  • detaklokal.id
  • harianlokal.id
  • metromerdeka.id
  • opiniglobal.id
  • ulasutama.id
  • potretpublik.id
  • pantaukabar.id
  • infonyata.id
  • kupasin.id
  • lipututama.id
  • riliskini.id
  • layarkabar.id
  • rekamperistiwa.id
  • tapkabar.id
  • pintukabar.id
  • intipfakta.id
  • laporterbaru.id
  • serbuanews.id
  • detakmedia.id
  • realitaterkini.id
  • petaberita.id
  • intikabar.id
  • mediaagenda.id
  • sisiberita.id
  • jakartavnews.com
  • wartafokus.com
  • bicarapublik.com
  • pantaumedia.com
  • rilisutama.com
  • suaraperistiwa.com
  • stasiunfakta.com
  • kabartajam.com
  • wawasanberita.com
  • sinyalberita.com
  • penanasional.com
  • medianalar.com
  • metronarasi.com
  • publikraya.com

Kategori

  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Sorotan
Fokus Tempo

© 2025 Fokustempo. All rights reserved.

Informasi Kami

  • Hubungi Kami
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi

Social Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Sorotan

© 2025 Fokustempo. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?