www.fokustempo.id – Dalam perkembangan terkini, Komisi V DPR RI melaksanakan kunjungan kerja ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terletak di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada Senin (28/7/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meninjau secara langsung kemajuan infrastruktur serta sektor transportasi yang ada di kawasan IKN.
Kunjungan ini menggarisbawahi pentingnya pemantauan langsung oleh anggota legislatif terhadap proyek-proyek besar yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Beberapa fokus utama dalam tinjauan ini meliputi Jalan Tol IKN, Rumah Susun untuk ASN, serta Bandara Internasional Nusantara.
Hamka B Kady, seorang anggota Komisi V, mengemukakan bahwa terdapat ketimpangan pembangunan antara IKN dan provinsi di sekitarnya. Ia menunjukkan bahwa Provinsi Kalimantan Timur, sebagai wilayah terdekat, juga terpengaruh oleh dinamika pembangunan yang terjadi di IKN.
Peran Strategis Kalimantan Timur dalam Pengembangan IKN
Dalam diskusi yang berlangsung, Hamka B Kady menekankan pentingnya kontribusi Provinsi Kalimantan Timur terhadap pengembangan IKN. Pihaknya menyebutkan bahwa pemerintah daerah telah memberikan dukungan yang signifikan untuk proyek ini, termasuk dalam hal penyediaan lahan dan komunikasi dengan masyarakat setempat.
Ia mencatat bahwa peran Kaltim sangat strategis, terutama dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut. Tanpa dukungan pemerintah setempat, proyek tersebut tidak akan berjalan dengan lancar.
Lebih jauh lagi, Hamka menyoroti kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Kaltim, termasuk batu bara, yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara. Namun, ia juga menyampaikan keprihatinan bahwa sebagian besar hasil kekayaan ini mengalir ke pusat, meninggalkan wilayah tersebut dengan sedikit keuntungan.
Kebutuhan Infrastruktur yang Memadai di IKN
Komisi V DPR RI juga menggali aspirasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mengenai rencana pembangunan infrastruktur dan transportasi. Ketersediaan infrastruktur yang memadai, menurut mereka, sangat krusial dalam mendorong pertumbuhan investasi dan distribusi logistik. Hal ini berkontribusi pada pemerataan hasil pembangunan di seluruh daerah.
Jalan Tol IKN, sebagai salah satu proyek prioritas, diharapkan dapat mempercepat mobilitas dan aksesibilitas antar wilayah. Dengan demikian, kawasan IKN dapat lebih mudah terhubung dengan daerah-daerah sekitarnya, yang akan meningkatkan potensi ekonomi lokal.
Selain itu, kehadiran Rumah Susun untuk ASN juga menjadi salah satu solusi untuk mendukung para pegawai pemerintah yang akan beraktivitas di IKN. Ini adalah langkah strategis untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan nyaman bagi mereka yang terlibat dalam pembangunan IKN.
Potensi Investasi dan Dampaknya terhadap Ekonomi Lokal
Investasi yang masuk ke IKN diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Dengan infrastruktur yang tepat, IKN dapat menjadi salah satu pusat ekonomi baru di Indonesia.
Pembangunan IKN merupakan langkah besar dalam upaya pemerataan pembangunan di seluruh nusantara. Dalam hal ini, investasi tidak hanya akan berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup pengembangan sumber daya manusia yang akan menjadi motor penggerak ekonomi.
Lebih jauh, pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci untuk memastikan keberhasilan pengembangan IKN, baik dari segi infrastruktur maupun sosial ekonomi. Dengan kerja sama yang baik, tujuan pemerataan pembangunan dapat tercapai.


