www.fokustempo.id – Kabupaten Jember di Jawa Timur menghadapi tantangan serius dalam menarik minat investor akibat keterbatasan infrastruktur. Bupati Muhammad Fawait mengungkapkan, tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, Jember tampak terisolasi, membuat rata-rata investasi merosot hingga 51 persen pada tahun ini.
Di tengah tantangan tersebut, Bupati Fawait optimis bahwa kolaborasi dengan pemerintah pusat dapat mengubah keadaan. Ia menekankan, kekuatan anggaran daerah saja tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur yang mendesak.
Saat membuka Festival Egrang XIII Tanoker Ledokombo, Fawait membahas pentingnya akses transportasi yang baik untuk meningkatkan daya tarik Jember sebagai destinasi investasi. “Kami berharap dapat mencontoh keberhasilan Banyuwangi, yang berkembang pesat berkat dukungan pemerintah pusat,” imbuhnya.
Bupati Fawait meminta perhatian khusus dari Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Wakil Menteri UMKM untuk memberikan kesempatan kepada Jember menggelar lebih banyak event. “Banyuwangi berhasil karena mereka sering menjadi tuan rumah kegiatan kementerian,” ujar Fawait.
Pemerintah Kabupaten Jember saat ini tengah mengupayakan pengoperasian Bandara Notohadinegoro untuk meningkatkan konektivitas wilayah. “Kami berjuang untuk menghubungkan jalan tol dari Bondowoso ke Situbondo agar melewati Jember utara,” katanya dengan penuh harapan.
Fawait mengungkapkan bahwa sebagian besar kemiskinan di Jember berada di kawasan utara, sehingga kehadiran infrastruktur seperti jalan tol diharapkan dapat menarik minat investor. “Kami yakin, jika ada tol, banyak investor yang akan melirik Jember utara,” jelasnya.
Selain aspek infrastruktur, bupati juga mencanangkan pengembangan sektor pariwisata sebagai bagian integral dari strategi perputaran ekonomi. “Kami tengah merencanakan berbagai agenda untuk tahun 2026, termasuk Festival Egrang sebagai event resmi pemerintah daerah,” tegasnya.
Dengan adanya event-event yang diadakan secara rutin, Fawait berharap pariwisata di Jember dapat berkembang lebih pesat. “Jember Fashion Carnival yang sudah berskala internasional bisa menjadi pijakan untuk pengembangan event-event lainnya,” katanya optimis.
Peran Infrastruktur dalam Menarik Investasi di Jember
Infrastruktur menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan investasi. Tanpa adanya pelabuhan dan bandara yang berfungsi optimal, investor cenderung berpindah ke daerah lain yang memiliki aksesibilitas lebih baik. Bupati Fawait berupaya merubah paradigma tersebut melalui pembangunan yang terintegrasi.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pengoperasian Bandara Notohadinegoro yang diharapkan dapat membangkitkan semangat investasi. “Kalau bandara beroperasi, tentunya semua akses akan terbuka dan mempermudah investasi masuk,” imbuhnya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian setempat secara keseluruhan.
Selain bandara, kehadiran jalan tol juga sangat krusial. Jalan tol diharapkan dapat melancarkan suplai barang dan mobilitas orang dari dan ke Jember, sehingga menarik lebih banyak perusahaan untuk membuka usaha di daerah tersebut. “Kami sudah tak sabar menunggu pengoperasian tersebut,” ungkap Fawait.
Dengan infrastruktur yang terintegrasi dan baik, Jember diprediksi akan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur. Harapannya, kawasan utara akan menjadi lebih sejahtera dengan banyaknya investor yang berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja.
Pengembangan Sektor Pariwisata sebagai Solusi Ekonomi
Jember memiliki potensi pariwisata yang sangat besar, tetapi belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal. Menurut Bupati Fawait, pengadaan event-event yang banyak diadakan di wilayah ini akan berkontribusi besar terhadap perputaran ekonomi. “Pariwisata bisa menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” katanya optimis.
Kegiatan seperti Festival Egrang dan Jember Fashion Carnival menjadi contoh konkret dari potensi yang bisa digali. “Kami optimis, dengan dukungan dari kementerian, event ini dapat lebih berkembang lagi,” tambahnya. Event-event besar diharapkan dapat menarik wisatawan domestik dan internasional, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan masyarakat lokal.
Melalui program-program pelatihan bagi masyarakat setempat dalam mendukung pariwisata, Bupati Fawait berharap akan lahir lebih banyak wirausaha muda. “Kami ingin masyarakat terlibat langsung dalam sektor ini agar mereka merasakan dampak positifnya,” jelasnya.
Dengan semakin banyaknya event yang bisa dilaksanakan, diharapkan daya tarik Jember sebagai destinasi wisata semakin meningkat. “Jika pariwisata berkembang, kami yakin kemiskinan akan berkurang,” pungkasnya.
Strategi Mengentaskan Kemiskinan Melalui UMKM
Pemerintah Kabupaten Jember juga memiliki fokus khusus terhadap pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Bupati Fawait menyatakan bahwa komitmen untuk mendukung wirausaha lokal menjadi salah satu prioritas utama. “Kami akan memberikan pelatihan dan alat kepada masyarakat yang kurang mampu,” katanya.
Dengan memberikan kesempatan bagi warga yang masuk dalam kategori kemiskinan desil 1 dan desil 2, diharapkan mereka dapat meningkatkan taraf hidup. “Kegiatan kewirausahaan di alun-alun dan sekolah-sekolah diharapkan dapat memberikan pemasukan tambahan bagi mereka,” harapnya lebih lanjut.
Strategi ini diyakini mampu menciptakan lapangan pekerjaan dan mengurangi tingkat pengangguran di Jember. “Jika kita mampu menciptakan lebih banyak wirausaha, kami berharap akan ada penurunan angka kemiskinan yang signifikan,” tambahnya.
Sebagai langkah konkrit, Pemkab Jember telah menyiapkan kebijakan khusus untuk mendukung UMKM di daerah tersebut. “Kami percaya, setiap warga memiliki potensi yang bisa dikembangkan,” ungkapnya. Melalui dukungan ini, Fawait yakin kemiskinan ekstrem di wilayahnya akan berkurang drastis.


